Share

Kolonel Garda Revolusi Iran Ditembak Mati, Dibunuh Musuh Bebuyutan

Susi Susanti, Okezone · Senin 23 Mei 2022 05:50 WIB
https: img.okezone.com content 2022 05 23 18 2598500 kolonel-garda-revolusi-iran-ditembak-mati-dibunuh-musuh-bebuyutan-le5CU5IkBd.jpg Kolonel Garda Revolusi Iran ditembak mati (Foto: AFP/IRNA)

IRAN - Seorang kolonel di Garda Revolusi Iran telah ditembak mati dalam pembunuhan yang jarang terjadi di Teheran, Iran.

Dua pria bersenjata yang mengendarai sepeda motor dilaporkan telah menembak Kolonel Sayad Khodai sebanyak lima kali di dalam mobil di luar rumahnya.

Sejauh ini, tidak ada kelompok yang mengaku bertanggung jawab atas serangan pada Minggu (22/5/2022), dan perburuan sedang dilakukan untuk orang-orang bersenjata itu.

Gambar dari tempat kejadian menunjukkan seorang pria berlumuran darah merosot di dalam mobil dengan sabuk pengaman masih terpasang.

Baca juga: Garda Revolusi Iran: 9 Tewas dalam Baku Tembak di Sistan-Baluchistan

Editor Timur Tengah BBC Sebastian Usher mengatakan ini adalah pelanggaran keamanan terbesar di Iran sejak 2020 ketika seorang ilmuwan nuklir terkemuka terbunuh.

Baca juga: Menlu Iran: Pembukaan Kembali Kedubes Tergantung pada Arab Saudi

Kolonel Khodai adalah anggota senior Pasukan Quds elit, cabang luar bayangan Pengawal Revolusi (IRGC) yang melakukan operasi di luar negeri. Amerika Serikat (AS) menuduh kekuatan mendukung organisasi teroris dan bertanggung jawab atas serangan di Timur Tengah.

Juru bicara Kementerian Luar Negeri Iran Saeed Khatibzadeh mengatakan kolonel itu dibunuh oleh "musuh bebuyutan" Iran yang merupakan "agen teroris yang berafiliasi dengan arogansi global".

Dia juga mengatakan negara-negara lain yang "mengklaim memerangi terorisme sangat disayangkan diam dan mendukungnya".

Sebelumnya, para pejabat Iran menuduh Israel berada di balik pembunuhan tingkat tinggi tersebut.

Ketika berita pembunuhan itu menyebar, berita negara Iran melaporkan bahwa Pengawal Revolusi telah mengungkap dan menangkap jaringan mata-mata Israel. Belum ada komentar resmi dari Israel.

Khodai adalah pemimpin Pasukan Quds kedua yang terbunuh dalam beberapa tahun terakhir.

Pada 2020, komandan militer paling kuat Iran, Jenderal Qasem Soleimani, terbunuh oleh serangan udara AS di Irak. Dia mempelopori operasi militer Iran di Timur Tengah sebagai kepala Pasukan Quds, dan kematiannya menandai peningkatan besar dalam ketegangan antara Washington dan Teheran.

Pada tahun yang sama, ilmuwan nuklir Mohsen Fakhrizadeh ditembak mati di Teheran. Fakhrizadeh - yang sangat penting sehingga dia selalu ditemani oleh beberapa pengawal - memainkan peran penting dalam program nuklir Iran tetapi pemerintah bersikeras bahwa kegiatan nuklirnya sepenuhnya damai.

Iran menuduh Israel menggunakan senjata kendali jarak jauh untuk membunuhnya.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini