Share

Solusi Agar PSK Tidak Kembali ke Profesinya Usai Dirazia

Adi Haryanto, Koran SI · Rabu 25 Mei 2022 21:28 WIB
https: img.okezone.com content 2022 05 25 525 2600349 solusi-agar-psk-tidak-kembali-ke-profesinya-usai-dirazia-gXU5cBfTo6.jpg Ilustrasi (Foto : Freepik)

BANDUNG BARAT - Adanya pekerja seks komersial (PSK) yang kembali lagi ke profesinya usai terjaring razia, menjadi pekerjaan rumah bersama. Problem ekonomi harus jadi penanganan priorias karena hal itu bisa terjadi dikarenakan desakan kebutuhan hidup.

Kepala Dinas Sosial Jawa Barat Dodo Suhendar mengatakan pihaknya menyiapkan dua lokasi pembinaan bagi PSK yang diharapkan bisa alih profesi pekerjaan. Yakni di wilayah Sukabumi dengan kapasitas 50 orang dan di Cirebon yang mampu menampung 70 orang.

"Di dua lokasi itu (PSK) kita beri pembinaan berbagai keahlian, seperti di Cirebon. Bahkan untuk di Sukabumi selain diberi berbagai keahlian, pembinaan agamanya juga diperkuat," kata Dodo saat ditemui di Lembang, Kabupaten Bandung Barat (KBB), Rabu (25/5/2022).

Menurutnya, persoalan lingkungan juga turut berpengaruh terhadap hidup yang akan dijalani oleh PSK seusau menjalani pembinaan. Jika lingkungannya tidak mendukung, bukan tidak mungkin mereka kembali lagi ke profesi terlarangnya. Terlebih mereka yang masih berusia muda dan masih punya nilai jual.

"Kalau itu terjadi, bukan semata-mata karena kegagalan saat pembinaan di panti rehabilitasi. Karena faktor penyebabnya banyak dan yang paling dominan adalah lingkungan terdekatnya," sambung Dodo.

Untuk itu ke depan pihaknya akan mencoba program pemagangan dan ada pola orang tua asuh. Jadi seusai dibina di tempat rehabilitasi, mereka dimagangkan beberapa bulan dengan pengawasan orang tua asuh. Sehingga bisa mendapatkan penghasilan dan ketika dilepas sudah mandiri.

Pola seperti itu sudah berhasil dicoba ke gelandangan dan pengemis yang dibina dan dikontrak melalui program unggulan yang ada di Dinsos Jabar. Terbukti sudah banyak yang berhasil, kehidupannya berubah secara ekonomi sehingga mereka sudah tidak mau lagi kembali ke jalanan.

Seperti yang dilakukan di Panti Pemberdayaan Sosial Bina Remaja di Lembang. Di tempat itu dilakukan berbagai kegiatan seperti membuka usaha barber shop, membatik, melukis, menjadi desainer, dan alih profesi lainnya. Sehingga mitra binaan bisa mandiri karena menghasilkan secara ekonomi.

"Ketika ekonomi mereka berkembang dan mapan, saya yakin kehidupan kelamnya yang dulu pasti akan ditinggalkan. Ini yang sedang kita coba melalui berbagai inovasi program salah satunya di Panti Pemberdayaan Sosial Bina Remaja Lembang," pungkasnya.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini