Share

Percepat Vaksinasi Anak Usia 6-11 Tahun, BIN Riau Targetkan 279.000 Dosis Perbulan

Puteranegara Batubara, Okezone · Jum'at 27 Mei 2022 00:28 WIB
https: img.okezone.com content 2022 05 26 340 2600903 percepat-vaksinasi-anak-usia-6-11-tahun-bin-riau-targetkan-279-000-dosis-perbulan-Qk5KsdZcBI.jpg Illustrasi (foto: dok Okezone)

JAKARTA - Kondisi pandemi Covid-19 yang sudah semakin terkendali tak lantas membuat program vaksinasi mengendur.

Badan Intelijen Negara (BIN) Daerah Riau tetap mengintensifkan vaksinasi massal di 12 kabupaten/ kota se-provinsi Riau. Pekan ini, vaksinasi memprioritaskan anak-anak usia 6-11 tahun.

“Semua kabupaten dan kota di Riau sudah masuk ke PPKM level 1 dan 2 sehingga Pembelajaran Tatap Muka atau PTM di sekolah juga sudah dapat berjalan secara normal. Hal ini kita sambut dengan mengintensifkan lagi vaksinasi di kalangan anak-anak usia 6-11 tahun atau pelajar. Generasi muda harus kita beri perlindungan yang memadai,” kata Kepala BIN Daerah (Kabinda) Riau, Brigjen TNI Amino Setya Budi, Kamis (26/5/2022).

 BACA JUGA:Vaksinasi Covid-19 Dosis 1 Sudah Capai 96,01%

Menurutnya, kegiatan vaksinasi digelar di 12 kota/ kabupaten secara serentak dengan menargetkan 279.000 dosis vaksin perbulan. Dua belas kabupaten/ kota itu meliputi Pekanbaru, Siak, Rokan Hilir, Rokan Hulu, Pelalawan serta Meranti. Kemudian Kuansing, Kampar, Indragiri Hilir, Indragiri Hulu, Dumai dan Bengkalis.

Lebih lanjut Amino meminta masyarakat tetap mematuhi protokol kesehatan meski beberapa pelonggaran telah diberikan. Yaitu, boleh melepas masker saat berada di tempat terbuka yang tidak ramai.

 BACA JUGA:Mentan: Vaksin PMK Selesai Sebelum Agustus

"Memang ada pelonggaran, tapi di banyak tempat tetap harus menggunakan masker. Misalnya di dalam ruangan dan di tempat-tempat keramaian. Terlebih bagi mereka yang kategori rentan maupun yang bergejala batuk dan pilek, mereka tetap wajib mengenakan masker saat beraktivitas," tutur Amino Setya Budi.

Lebih lanjut, Ia juga menegaskan, selain percepatan vaksinasi, penerapan protokol kesehatan di lingkungan sekolah juga perlu dipastikan secara rutin sebagai upaya memutus mata rantai penyebaran Covid-19.

"Kebijakan pemerintah melonggarkan pemakaian masker di ruang terbuka tidak berarti protokol kesehatan sudah tidak berlaku," tutupnya.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini