Share

7 Rekomendasi GPDRR Bali Jadi Solusi Mitigasi Bencana di Dunia

Tim Okezone, Okezone · Senin 30 Mei 2022 22:30 WIB
https: img.okezone.com content 2022 05 30 244 2602853 7-rekomendasi-gpdrr-bali-jadi-solusi-mitigasi-bencana-di-dunia-XowqHNbqrR.jpg Jokowi hadiri GPDRR 2022 di Bali (Foto: Setkab)

BALI - Indonesia sukses menyelenggarakan Global Platform for Disaster Risk Reduction (GPDRR) 2022 ke-7 di Nusa Dua, Bali.

Hasil rekomendasi dari kegiatan internasional ini diharapkan merupakan sebuah usaha Indonesia untuk memberikan kontribusi yang signifikan dalam mitigasi bencana untuk seluruh dunia.

“Sejak awal kami sudah melihat masalah infrastruktur dan komunikasi publik menjadi salah satu suksesnya penyelenggaraan kegiatan ini. Maka sedari awal kami telah mempersiapkannya dengan baik dan rinci,” ujar Dirjen Informasi dan Komunikasi Publik, Usman Kansong dalam keterangannya, Senin (30/5/2022).

“Kami merancang sebuah media center yang mampu menjembatani kebutuhan informasi para jurnalis. Tentu saja ini didukung oleh infrastruktur penunjang lainnya. Seluruh kebutuhan jurnalis saat melakukan peliputan akan kami bantu dengan keramahan,” imbuh Usman.

Baca juga: Fieldtrip di Bali, Delegasi GPDRR 2022 Terpesona dengan Keindahan Pulau Dewata

Kominfo melalui Dirjen Informasi dan Komunikasi Publik, menjadi penanggung jawab penyelengaraan komunikasi publik dalam perhelatan GPDRR Ke-7 di Bali ini.

Tugasnya bukan hanya menyelengarakan Media Center saja, akan tetapi memastikan hasil-hasil yang dicapai dalam kegiatan ini dapat tersebar kepada masyarakat dan media khususnya untuk diamplifikasi kepada masyarakat dunia.

Baca juga: Delegasi GPDRR 2022 Apresiasi Program Fieldtrip yang Difasilitasi Kemenparekraf, Sandiaga Happy

“Jadi kami bukan hanya menjadi operator media center saja. Saya telah menginstruksikan kepada teman-teman untuk membangun media relation yang baik kepada para media untuk memastikan hasil-hasil yang dicapai dapat segera dapat tersebar dengan cepat dan akurat bukan hanya ke media-media dalam negeri juga media luar negeri”, tegas Usman.

Menurut dia, tujuh rekomendasi yang dilahirkan dalam GPDRR di Bali ini, harus didukung sebagai sebuah solusi bagi mitigasi bencana di dunia.

Ia pun berterima kasih kepada teman-teman jurnalis nasional dan internasional yang ikut membantu menyebarkan hasil dari GPDRR ke-7 ini.

"Dan semoga ini akan menjadi sebuah kontribusi berharga dari Indonesia,” tutur Usman.

Di tempat terpisah Marroli J Indarto selaku Koordinator Media Center GPDRR ke-7 di Bali juga menceritakan bagaimana kerumitan didalam pengelolaan Media Center GPDRR kali ini. Ia menilai bahwa yang menjadi tantangan tersendiri karena dilakukan tidak hanya secara offline tetapi juga online streaming dengan berbagai pihak di belahan dunia.

Baca juga: GPDRR di Bali Lahirkan 7 Rekomendasi untuk Resiliensi

“Tantangannya memang tidak mudah, namun infrastruktur teknologi kita memang sudah mempuni sehingga kita dapat memfasilitasi para delegasi dan media untuk melakukan komunikasi baik secara offline mau pun online,” terang Marroli.

GPDRR 2022 Lahirkan 7 Rekomendasi

Rekomendasi pertama, adalah pengurangan risiko bencana perlu diintegrasikan pada kebijakan-kebijakan utama pembangunan, pembiayaan, legislasi, dan rencana pencapaian pascaagenda 2030.

Baca juga: 15 Orang Positif Covid-19 di GPDRR, Satgas Pastikan Tertangani dengan Baik

Kedua, perubahan sistemik yang dapat memperhitungkan kerugian yang sesungguhnya dari bencana dan kerugian dari ketiadaan aksi, serta membandingkannya dengan investasi. Dalam pengurangan risiko bencana.

Ketiga, platform global yang diselenggarakan antara COP 26 dan 27 beberapa waktu lalu, mencermati tingkat emisi saat ini jauh melebihi upaya mitigasi.

Platform global meminta pemerintah untuk menghormati komitmen yang dibuat pada kesepakatan di Glasgow untuk meningkatkan pembiayaan dan dukungan untuk adaptasi dan resiliensi.

Meningkatkan pengurangan risiko bencana sebagai bagian dari solusi untuk mengatasi keadaan darurat seraya meningkatkan dan mencapai ambisi iklim tujuan global tentang adaptasi.

Keempat, menerapkan pendekatan partisipatif dan berbasis HAM, untuk memasukkan semua sesuai prinsip "Tidak ada apa-apa tentang kita, tanpa kita" dalam perencanaan risiko bencana dan implementasinya pada masyarakat yang berisiko.

Kelima, platform global memberikan rekomendasi yang dapat mendukung pelaksanaan seruan Sekretaris Jenderal PBB, untuk memastikan setiap orang di muka bumi dilindungi oleh sistem peringatan dini dalam jangka waktu 5 tahun kedepan.

Keenam, potensi pembelajaran dan pandemi Covid-19 harus diterapkan sebelum jendela peluang tersebut tertutup. Untuk mendorong sistem manajemen risiko bencana yang adaptif dan responsif dengan kolaborasi multi-pemangku kepentingan disertai dengan empati, solidaritas, kerja sama, dan semangat kesukarelaan khususnya untuk mengatasi ketidakadilan.

Ketujuh, pelaporan yang komprehensif dan sistematis terhadap semua target kerangka kerja Sendai untuk memahami dengan jelas tantangan dan hambatan.

Baca juga: Pemerintah Berikan Visa Kunjungan Delegasi GPDRR saat Kedatangan di Indonesia

1
3

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini