Share

56 Ternak di Gunungkidul Positif Terjangkit Penyakit PMK

Erfan Erlin, iNews · Rabu 01 Juni 2022 00:04 WIB
https: img.okezone.com content 2022 05 31 510 2603507 56-ternak-di-gunungkidul-positif-terjangkit-penyakit-pmk-Orvb8divWN.JPG Sapi dan ternak rentan terjangkit PMK (Foto MPI)

YOGYAKARTA - Setelah pekan lalu ada 6 sapi yang diperjualbelikan di Pasar Hewan terbesar di Gunungkidul Siyonoharjo diindikasikan terjangkit Penyakit Mulut dan Kuku (PMK), kini jumlahnya terus mengalami peningkatan yang signifikan.

Kepala Dinas Peternakan dan Kesehatan Hewan, Wibawanti Wulandari mengatakan, setelah melakukan pemeriksaan hewan ternak di berbagai titik, pihaknya menemukan 56 hewan ternak yang suspek PMK. Dinas Peternakan setempat memutuskan seluruh pasar hewan baik yang besar maupun kecil untuk dtutup.

"Hewan-hewan ini menunjukkan gejala terpapar PMK. Hewan tersebut tersebar di sejumlah kapanewon di Gunungkidul,"ujar dia, Selasa (31/5/2022)

Wibawanti menyebut penyebaran ada di beberapa Kapanewon di mana banyak terdapat pedagang ataupun peternak. Hewan yang diindikasikan terpapar PMK ditemukan di kapanewon Playen, Semanu, Karangmojo, dan beberapa Kapanewon lainnya.

Kapanewon Playen dan Semanu merupakan lokasi dua pasar hewan terbesar di wilayah Gunungkidul. Sehingga lalu lintas ternak di kedua wilayah tersebut memang cukup padat. Karena pasar Siyonoharjo berada di Playen dan Pasar Munggi ada di Semanu.

"Sekarang kami ambil kebijakan tegas. Kita tutup semua pasar hewan baik besar ataupun kecil,"terang dia.

Menurutnya, penutupan pasar dilakukan untuk pencegahan penyebaran virus, karena dikhawatirkan jika hewan ternak yang sehat bertemu dengan ternak sakit penyebarannya akan cepat. Penutupan pasar hewan untuk ternak membatasi pertemuan ternak sehat dan yang sakit.

Wibawanti menambahkan meski berdampak pada perekonomian tetapi penutupan tersebut harus mereka lakukan. Agar penyebaran penyakit ini dapat dikendalikan lebih ketat lagi, terlebih saat ini transaksi memang tengah mencapai puncaknya.

Sementara itu, Bupati Gunungkidul Sunaryanta meminta masyarakat untuk tidak resah dalam menyikapi penyakit mulut dan kuku bagi hewan ternak. Menurut dia saat ini pemerintah tengah berupaya melakukan penanganan yang cepat dan tepat.

Ia juga meminta para peternak untuk bersabar terlebih dahulu agar tidak terjadi sebaran kasus yang lebih luas. Meski tidak berbahaya untuk manusia namun PMK memang harus diantisipasi

"Mudah-mudahan tidak terus seperti ini, nanti penjualan hewan ternak menjelang Idul Adha biar dibantu dinas terkait," jelas dia.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini