Share

Tangkap DPO Koruptor Tanah Aset Pemrov Jateng, Kejagung: Tak Ada Tempat untuk Buronan!

Erfan Maaruf, iNews · Selasa 31 Mei 2022 15:14 WIB
https: img.okezone.com content 2022 05 31 512 2603247 tangkap-dpo-koruptor-tanah-aset-pemrov-jateng-kejagung-tak-ada-tempat-untuk-buronan-p2qBrYJl8X.jpg Ilustrasi (Foto: Okezone)

JAKARTA - Tim Tangkap Buronan (Tabur) Kejaksaan Agung Republik Indonesia meringkus buronan bernama Rustamadji selaku mantan Direktur PT Handayani Membangun terpidana kasus korupsi tukar guling (ruislag) tanah aset Pemerintah Provinsi Jawa Tengah.

Kepala Pusat Penerangan Hukum Kejagung RI Ketut Sumedana menuturkan, Rustamadji ditangkap pada Senin, 30 Mei 2022 sekira pukul 20.40 EIB di Wringin Putih, Bregas, Semarang, Jawa Tengah.

"Tabur Kejagung berhasil mengamankan buronan yang masuk dalam Daftar Pencarian Orang (DPO) asal Kejaksaan Negeri Kabupaten Semarang," kata Sumedana dalam keterangan tertulis, Selasa (31/5/2022).

Sumedana menjelaskan, ditetapkan sebagai terpidana berdasarkan putusan Pengadilan Tindak Pidana (Tipikor) pada Pengadilan Negeri Semarang Nomor: N.126/Pid.Sus/2013/PN/Tipikor.Smg tanggal 03 Februari 2014.

Baca juga: Kejagung Tangkap Buron Kasus Korupsi Tukar Guling Tanah Aset Pemprov Jateng

Rustamadji terbukti secara sah dan meyakinkan bersalah melakukan tindak pidana korupsi secara bersama-sama dalam tukar guling (ruislag) tanah aset Pemerintah Provinsi (Pemprov) Jawa Tengah di Kabupaten Semarang.

Baca juga: Tiga Saksi Diperiksa Kejagung Terkait Kasus Mafia Impor Tanjung Priok - Tanjung Emas

"Akibat perbuatannya Rustamadji menyebabkan kerugian keuangan Negara lebih dari Rp2,5 miliar," jelasnya.

Masih dalam putusan tersebut, terpidana dijatuhi pidana penjara selama 6 (enam) tahun serta denda sebesar Rp 200 juta.

"Terpidana Rustamadji diamankan karena ketika dipanggil untuk dieksekusi menjalani putusan, terpidana tidak datang memenuhi panggilan yang sudah disampaikan secara patut dan oleh karenanya terpidana dimasukkan dalam DPO," ujarnya.

Kemudian, Tim Tabur Kejagung RI bergerak untuk melakukan pemantauan terhadap terpidana dan langsung diamankan. Adapun saat ini terpidana dibawa ke Kejaksaan Negeri Kabupaten Semarang untuk dilaksanakan eksekusi.

"Melalui program Tabur Kejaksaan, Jaksa Agung RI meminta jajarannya untuk memonitor dan segera menangkap buronan yang masih berkeliaran untuk dilakukan eksekusi untuk kepastian hukum, dan pihaknya mengimbau kepada seluruh DPO Kejaksaan untuk segera menyerahkan diri dan mempertanggung-jawabkan perbuatannya karena tidak ada tempat yang aman bagi para buronan," pungkasnya.

Baca juga: Kejagung Kembali Tetapkan Tersangka Kasus Korupsi Impor Besi atau Baja

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini