Share

Pulang Nonton Voli, 2 Remaja di Gunungkidul Disabet Gir oleh OTK

Erfan Erlin, iNews · Kamis 02 Juni 2022 13:56 WIB
https: img.okezone.com content 2022 06 02 510 2604283 pulang-nonton-voli-2-remaja-di-gunungkidul-disabet-gir-oleh-otk-aAaxxxnvAI.jpg Ilustrasi (Foto: Dok Okezone)

GUNUNGKIDUL - Aksi kejahatan jalanan atau yang sering disebut klithih terjadi di wilayah Kabupaten Gunungkidul, Yogyakarta. Bukan di kota Wonosari, namun justru terjadi di wilayah pelosok Gunungkidul yaitu di Kalurahan Banyusoca Kapanewon Playen atau sekitar 30 menit dari Kota Wonosari.

Informasi yang berhasi dihimpun menyebutkan, korban adalah AKM, remaja berusia 16 tahun warga Dusun Gedad, Kelurahan Banyusoca Kapanewon Playen. Dada bagian kirinya terluka akibat sabetan gir yang diikatkan dengan ikat pinggang. 

Aksi penganiayaan tersebut terjadi di Padukuhan Ketange, Kelurahan Banyusoca Kapanewon Playen. Aksi kejahatan jalanan tersebut terjadi Rabu (1/6/2022) sekira pukul 23.00 WIB.

Aksi penganiayaan, bermula ketika korban berboncengan dengan temannya baru saja pulang dari menonton pertandingan bola voli di Lapangan Menggoran Kalurahan Bleberan Kapanewon Playen. Ia berboncengan sepeda motor menyusuri jalan Playen-Panggang via Banyusoca.

Saat pulang itulah mereka diikuti oleh 3 orang tak dikenal (OTK). Ketiga orang itu berboncengan dengan sebuah sepeda motor jenis Yamaha Vixion. Awalnya, korban bersama rekannya tidak mengetahui jika dibuntuti.

Beberapa belas meter sebelum lokasi kejadian, 3 pemuda berboncengan satu sepeda motor tersebut menyusul dan mendahului korban bersama rekannya. Selang beberapa saat, ketiga orang tak dikenal tersebut berbalik arah.

Baca Juga: Dukung Pengawasan Sumber Daya Kelautan dan Perikanan, Kabupaten Morowali Hibahkan Tanah ke KKP

Dalam kondisi minim penerangan, korban melihat salah satu dari rombongan pelaku mengayunkan gear yang diikatkan dengan ikat pinggang. Karena mendadak, korban tidak bisa menghindar hingga akhirnya sabetan tersebut mengenai dada sebelah kiri. 

Usai melakukan penganiayaan, ketiga pelaku langsung tancap gas ke arah Playen. Sementara korban bersama rekannya memilih melanjutkan perjalanan pulang ke Gedad.

Sesampai di rumah korban, mereka memutuskan untuk ke RSUD Wonosari. Dengan diantar beberapa orang, korban memutuskan untuk memeriksakan diri ke RSUD Wonosari sekaligus melakukan visum. Mereka kemudian melaporkan peristiwa tersebut ke Mapolres Gunungkidul.

Pardi, warga Banyusoca menuturkan ia mendapat kabar penganiayaan tersebut sekitar 23.10 WIB. Ia bersama warga sekitar langsung melakukan pemblokiran jalan bahkan mereka memeriksa setiap pengendara yang melintas namun tidak membuahkan hasil.

"Warga juga melakukan pengejaran. Tetapi kan kami tidak tahu mereka lari ke mana,"terang dia.

Kasie Humas Polres Gunungkidul, AKP Suyanto mengakui jika korban sudah melaporkan peristiwa yang menimpanya ke Polres Gunungkidul. Kamis dinihari, korban diantar beberapa orang melaporkan peristiwa tersebut ke Sentra Pelayanan Kesehatan (SPK) Polres Gunungkidul.

"Kasus ini masih dalam penyelidikan kepolisian," ujarnya.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini