Share

Polda Jateng Ungkap Peredaran 14 Ribu Liter Minyak Goreng Tak Berizin

Puteranegara Batubara, Okezone · Kamis 02 Juni 2022 17:11 WIB
https: img.okezone.com content 2022 06 02 512 2604478 polda-jateng-ungkap-peredaran-14-ribu-liter-minyak-goreng-tak-berizin-pjyA5TqJ2h.jfif Polda Jateng rilis pengungkapan peredaran 14 ribu liter minyak goreng tak berizin. (Dok Polda Jateng)

BANYUMAS - Direktorat Reserse Kriminal Khusus (Ditreskrimsus) Polda Jateng bersama Polresta Banyumas mengungkap peredaran minyak goreng kemasan tanpa izin edar.

Kapolda Jateng Irjen Ahmad Luthfi mengungkapkan, pihaknya terus melakukan penindakan terkait penyalahgunaan peredaran kebutuhan bahan pokok di tengah masyarakat. Sejauh ini, Polda Jateng telah mengungkap kasus penyalahgunaan minyak goreng (migor) di 6 lokasi.

"Hal ini selaras dengan kebijakan Kapolri untuk mengawal kebijakan pemerintah dalam pencegahan terjadinya penyalahgunaan peredaran migor di tengah masyarakat," kata Luthfi kepada awak media, Jakarta, Kamis (2/6/2022).

Terkait ungkap kasus di Banyumas, ia menuturkan kejadian bermula pada 18 Mei 2022 ketika petugas mendapat informasi dari masyarakat terkait dugaan penimbunan migor di wilayah Cilongok, Kabupaten Banyumas.

Namun, saat dilakukan pendalaman oleh petugas, didapati adanya pelanggaran lain yakni pemalsuan merek dan informasi yang dicantumkan dalam kemasan.

Di TKP sebuah gudang di Cikidang, Cilongok, Banyumas, petugas menemukan ribuan botol kemasan minyak goreng merek "Lapama". Dari hasil penyelidikan yang didapat, merek tersebut tidak memiliki izin edar serta tidak mencantumkan informasi yang benar terkait produknya di kemasan.

Merek tersebut juga memberikan keterangan atau pernyataan yang tidak benar atau menyesatkan pada label dengan memakai izin edar dari perusahaan lain. Barcode yang tertera dalam kemasan juga ternyata milik perusahaan lain. Merek tersebut juga tidak mencantumkan logo halal dari MUI.

Petugas kemudian mengamankan 7 pelaku dari TKP dan barang bukti sebanyak 628 karton masing-masing berisi 12 botol migor merek Lapama berukuran 800 ml dengan total 6 ribu liter minyak goreng.

Pendalaman yang dilakukan petugas mengarah ke tempat pengemasan migor merek Lapama di CV Alam Timur Jaya yang terletak di Watugede, Singosari, Kabupaten Malang. Di lokasi tersebut petugas mengamankan 895 karton berisi migor merek Lapama dengan total lebih dari 8,5 ribu liter.

Selain mengamankan barang bukti, petugas juga mengamankan tersangka berinisial RAN selaku direktur perusahaan tersebut.

"Modus yang digunakan tersangka adalah membeli bahan baku migor berupa minyak sawit jenis RBD CP 10 dari PT Prima Sukses Sejahtera Abadi selaku distributor minyak di wilayah Kabupaten Malang," ujar Luthfi.

Setiap bulan tersangka membeli sebanyak 7-8 ton minyak nonsubsidi tersebut seharga Rp 20 ribu per kg. Oleh tersangka, minyak tersebut dikirim ke gudang tersangka di CV Alam Timur Jaya dan CV Bumi Mondoroko.

Selanjutnya, migor dikemas ulang dengan merek "Lapama" dan dijual ke masyarakat dengan harga per kardus Rp235.000.00 atau per botol seharga Rp19.500.

"Barang bukti yang diamankan total sebanyak 18.288 botol migor merek Lapama ukuran 800 ml. Jumlah semuanya lebih dari 14 ribu liter minyak goreng tanpa izin edar yang kita amankan atau seberat 12 ton," ucap Luthfi.

Ia menutukan, kasus yang diungkap kali ini sangat besar karena melibatkan lintas provinsi. Selain itu, informasi menyesatkan yang dicantumkan dalam kemasan tersebut sangat merugikan masyarakat.

Kapolda juga mengimbau kepada masyarakat untuk lebih bijak dengan tidak mencari kesempatan dalam kesempitan terkait peredaran minyak goreng.

"Secara umum di wilayah kita tidak ada kelangkaan dan antrian terkait migor. Kita juga perintahkan seluruh jajaran untuk kontrol harga migor di pasar sehingga masyarakat tidak perlu khawatir," tuturnya.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini