Share

ODGJ Ngamuk Aniaya Warga Hingga Tewas di Sumsel

Era Neizma Wedya, iNews · Minggu 05 Juni 2022 16:19 WIB
https: img.okezone.com content 2022 06 05 610 2605977 odgj-ngamuk-aniaya-warga-hingga-tewas-di-sumsel-o1PC6kpwW4.jpg Ilustrasi/ Doc: Okezone

MUSI RAWAS - Warga Desa Suka Menang, Kecamatan Muara Kelingi, Kabupaten Musi Rawas (Mura), Sumatera Selatan (Sumsel) geger. Pasalnya Hendri yang diduga merupakan orang dengan gangguan jiwa (ODGJ) ngamuk dengan melakukan tindak penganiayaan hingga menyebabkan adanya korban jiwa di kampung itu.

Peristiwa tersebut terjadi pada Sabtu (4/6/2022) sekitar pukul 15.00 WIB. Mengakibatkan satu orang korban meninggal dunia yakni Wayan Narti (70), warga Dusun I Desa Sukamenang, Kecamatan Muara Kelingi.

Korban mengalami luka berat akibat sabetan senjata tajam di bagian belakang kepala sebelah kanan, perut sebelah kanan, punggung, dan kaki.

Sedangkan, dua korban lainnya yang mengalami luka-luka yakni, Jupri (54) dan Efriansyah (35). Korban Jupri alami luka dibagian kepala belakang kanan, lengan bawah sebelah kanan, dada kiri, dada kanan dan telapak kanan sebelah kiri dan dirujuk ke RS Ar Bunda Kota Lubuklinggau.

Sementara korban Efriansyah mengalami luka dipergelangan tangan kanan dan dirawat mandiri di rumah.

Pelaku terus mengamuk dengan menyerang rumah warga Desa Suka Menang dengan cara melempar batu, membacok dinding rumah. Kemudian pelaku dikepung oleh warga dan diamuk massa.

Mengakibatkan pelaku mengalami luka di bagian kepala, lengan kanan, lengan atas sebelah kiri dan paha kiri.

“Pelaku meninggal dunia diamuk warga. Dan sempat dibawa ke rumah sakit, namun dalam perjalanan meninggal dunia karena alami luka parah,” kata Kapolres Mura, AKBP Achmad Gusti Hartono melalui Kapolsek Muara Kelingi, AKP Hendrawan Minggu (5/6/2022).

Awal peristiwa tragis tersebut terjadi sekitar pukul 14.30 WIB. Mulanya pelaku berjalan dari rumahnya Dusun VIII Desa Pulau Panggung, Kecamatan Muara Kelingi, Kabupaten Mura dengan membawa sajam jenis celurit. Dan langsung menyerang rumah warga yang berjarak kurang lebih 100 M dari rumahnya.

“Dengan cara membacok dinding rumah korban,” jelasnya.

Kemudian pelaku berjalan kembali ke arah Desa Suka Menang dan mendapati rumah Wayan Narti dalam keadaan terbuka. Dan pelaku langsung menuju rumah korban yang sedang sendirian dalam keadaan tidur.

Lalu pelaku membacok ke arah kepala korban dan secara berulang kali yang menyebabkan luka pada bagian kepala, perut sebelah kanan, serta punggung sebelah kanan.

“Korban meninggal di tempat,” ungkapnya.

Mengetahui kejadian tersebut, warga langsung mendatangi tempat kejadian perkara (TKP). Dan hendak menolong korban serta mengamankan pelaku. Namun pelaku langsung pergi ke arah Dusun.

Pada saat Jupri hendak pergi ke Desa Pulau Panggung, bertemu dengan pelaku di jalan yang hanya berjarak kurang lebih 300 meter dari TKP penganiayaan pertama. Lantas Jupri menegur pelaku dan meminta izin untuk lewat, namun tidak dijawab.

Kemudian saat korban hendak melanjutkan perjalanan dengan menggunakan sepeda motornya, tiba-tiba pelaku langsung membacok ke arah bagian belakang dan mengenai kepala korban. Hingga menyebabkan korban terjatuh. Dan pelaku mengayunkan celuritnya ke arah korban berulang kali.

“Mengenai dada bagian kanan dan kiri, lengan kanan bagian bawah dan telapak tangan kiri,” ungkap Kapolsek.

Kemudian saat itu Efriansyah melintas dengan maksud ingin membantu korban Wayan Narti. Namun diperjalanan melihat orang tuanya sudah terbaring di pinggir jalan. Dan saat ingin membantu orang tuanya Efriansyah, langsung diserang oleh pelaku.

“Mengenai pergelangan tangan kanan,” bebernya.

Lantas pelaku langsung berlari. Kemudian ketiga korban langsung dilarikan ke Puskesmas Muara Kelingi.

Mendapat informasi kejadian tersebut, Kapolsek, Wakapolsek dan anggota mendatangi TKP. Kemudian mengamankan pelaku yang telah terluka parah akibat amuk massa. Selanjutnya pelaku dibawa ke Rumah Sakit. Namun saat dalam perjalanan pelaku meninggal dunia.

“Pelaku Hendri terganggu jiwanya sejak tahun 2021,” ujar Kapolsek.

Lebih lanjut, pihak keluarga pernah membawa berobat Hendri ke rumah sakit jiwa di Palembang. Dan sempat sembuh. Namun dalam tiga hari terakhir ini hari ini diduga kembali kambuh. Sehingga terjadinya penganiayaan tersebut.

“Untuk jenazah pelaku, setelah dilakukan penanganan medis di Puskesmas, jenazah dibawa keluarganya ke Provinsi Lampung untuk dimakamkan,” terangnya.

Kapolsek menambahkan, hingga tadi malam situasi dalam keadaan aman dan terkendali. “Dari hasil penggalangan, dari kedua belah pihak telah legowo atas kejadian tersebut. Untuk saat ini situasi dalam keadaan aman terkendali,” pungkasnya.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini