Share

Saksi Kunci Tewasnya Nenek di Malang Berhasil Jalani Operasi, Begini Kondisi Terbarunya

Avirista Midaada, Okezone · Rabu 08 Juni 2022 16:53 WIB
https: img.okezone.com content 2022 06 08 519 2608000 saksi-kunci-tewasnya-nenek-di-malang-berhasil-jalani-operasi-begini-kondisi-terbarunya-Jx7GphnPME.jpg Rumah nenek yang tewas dibunuh/ Foto: Avirista MPI

MALANG - Muhammad Syaifuddin, cucu nenek yang tewas di Dusun Manggisari, Desa Bocek, Karangploso, Kabupaten Malang, baru saja menjalani operasi di rumah sakit. Udin sapaan akrabnya menderita luka-luka di leher dan bagian perut dirujuk ke Rumah Sakit Saiful Anwar (RSSA) Malang setelah sempat dirawat di RS Prasetya Husada Karangploso.

Sang cucu merupakan saksi kunci, mengingat saat kejadian ia hanya berdua bersama sang nenek Wurlin, saat kejadian maut terjadi pada Selasa (7/6/2022) sekitar pukul 07.30 WIB.

Dokter spesialis bedah Toraks Kardiak dan Vaskuler dr. Kurnia Kusuma Wardana mengatakan, kondisi luka di tubuh Udin cucu Wurlin yang tewas di Dusun Manggisari, Desa Bocek, Karangploso telah berangsur-angsur membaik. Sebelumnya Udin mendapat dua luka di leher dan perut hingga menyebabkan bagian organ dalamnya turut terluka.

"Sekarang kondisinya sudah membaik, sudah lepas alat bantu ventilator, terapi memang masih di ICU. Kalau sudah lepas ventilator artinya sadar," kata dr. Kurnia Kusuma ditemui MNC Portal, di Rumah Sakit Saiful Anwar (RSSA) Malang, pada Rabu (8/6/2022).

Menurutnya, Saat datang kondisi Udin tengah dalam keadaan lemas akibat leher di tenggorokannya yang terluka. Beruntung, luka di leher Udin tak sampai mengenai pembuluh darah besar dan hanya mengenai saluran pernapasannya saja.

"Kondisinya lemah, ada luka di leher sampai memotong saluran napasnya. Lehernya terluka sedalam 10 sentimeter, dengan lebar 15 sentimeter, cukup dalam tapi tidak memotong pembuluh darah besar, saluran napas terpotong total. Kalau memotong pembuluh darah mungkin tidak selamat," ungkapnya.

Selain luka di leher, perut Udin juga mengalami luka cukup parah. Kini kedua lukanya telah dilakukan operasi dan berangsur - angsur dalam masa pemulihan di ruang ICU. Operasi dilakukan pada Selasa siang kemarin, selepas RSSA Malang menerima rujukan dari RS Prasetya Husada Karangploso.

"Berjalan jam 11 sampai 1 siang, masuk ruang operasi jam 10 pagi, memerlukan 30 - 45 menit operasinya. Ditangani empat tim dokter. Ada dua tindakan (operasi), itu karena tenggorokan putus total, ada luka di perut, di usus, di lambung," ucapnya.

Saat ini kondisi Udin disebut Kurnia terus membaik kendati masih berada di ruangan ICU dan telah melewati masa kritis karena tidak lagi menggunakan alat bantu napas atau ventilator.

"Kondisinya membaik, sudah lepas alat bantu napas ventilator, tetapi masih di ICU. Kalau sudah lepas ventilator artinya dia sadar," ungkapnya.

Mengenai kapan Udin akan bisa dimintai keterangan dan diperiksa kepolisian, pihaknya menyerahkan sepenuhnya ke kebijakan manajemen rumah sakit. Mengingat dari sisi medis, seharusnya melihat kondisi pasien dua minggu pasca operasi sudah berangsur - angsur membaik dan dapat bicara.

"Satu sampai dua minggu harusnya sudah bisa bicara. Ini seharusnya masa kritisnya sudah lewat, nanti bisa dipindahkan ke ruangan inap, tapi karena ada luka di perut harus puasa dulu, asupan makanannya melalui di selang inpus," pungkasnya.

Sebelumnya diberitakan, seorang nenek di Kabupaten Malang ditemukan tewas di rumahnya. Sang nenek bernama Wurlin (70) tewas tergeletak di dalam rumahnya, namun tak diketahui penyebab pasti kematiannya.

Peristiwa meninggalnya Wurlin diketahui ketika Syaifudin (17), cucunya keluar rumah dalam kondisi bersimbah darah, Selasa (7/6/2022), sekitar pukul 07.30 WIB tadi. Kedua tinggal satu rumah di RT 4 RW 6 Dusun Mangesari, Desa Bocek, Kecamatan Karangploso, Kabupaten Malang.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini