Share

IPW Desak Oknum Polri Terlibat Penganiyaan BYK Dipecat

Priyo Setyawan, Koran SI · Kamis 09 Juni 2022 15:25 WIB
https: img.okezone.com content 2022 06 09 510 2608622 ipw-desak-oknum-polri-terlibat-penganiyaan-byk-dipecat-f9VTQY6CG0.jpg ilustrasi penganiayaan

JAKARTA- Kepolisian Republik Indonesia (Polri) dimana memberhentikan dengan tidak hormat (pecat) dua anggota Polri yang terlibat dalam penganiayaan kepada BYK di parkiran cafe Jalan Magelang, Mlati, Sleman dan di Polres Sleman, Sabtu, 4 Juni 2022.

(Baca juga: Oknum Paspampres Tenteng Senjata Aniaya Sekuriti Apartemen, Panglima TNI Murka)

Ketua Indonesia Police Watch (IPW), Sugeng Teguh Prayitno mengatakan, desakan ini bukan tanpa alasan. Sebab tindakan itu telah menciderai marwah institusi Polri. Apalagi, Kapolda DIY Irjen Asep Suhendar juga telah berjanji akan memproses pidana kedua anggota Polri tersebut.

β€œ Artinya, ada pelanggaran disiplin dan kode etik yang dilakukan mereka,” kata Sugeng dalam keterangan tertulisnya, Rabu (8/6/2022).

Sugeng menjelaskan kepastian itu, setelah dilakukan gelar perkara oleh Subdit Paminal, Direktorat Propam Polda DIY serta memeriksa 17 saksi, 13 orang sipil dan 4 anggota polisi. Hasilnya, ada pelanggaran yang dilakukan oleh anggota Polri berinisial LV dan AR.

β€œOleh sebab itu, Indonesia Police Watch (IPW) mendesak Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo untuk memberhentikan dua anggota Satreskrim Polres Sleman yang melakukan penganiayaan kepada BYK itu,” jelasnya.

Menurutnya hal tersebut sesuai dengan amanah dalam Pasal 15 Peraturan Pemerintah Nomor 1 Tahun 2003 tentang Pemberhentian Anggota Polri yang menyebutkan memberhentikan anggota Polri dilakukan oleh:

a. Presiden untuk pangkat Komisaris Besar Polisi (Kombes Pol) atau yang lebih tinggi,

b. Kapolri untuk pangkat Ajun Komisaris Besar (AKBP) atau yang lebih rendah.

Sebab, perbuatan penganiayaan yang dilakukan oleh anggota berinisial LV dan AR terhadap BYK, jelas-jelas melanggar peraturan perundangan. Pada Pasal 13 ayat 1 PP 1 Tahun 2003 secara tegas disebutkan, anggota Polri dapat diberhentikan tidak dengan hormat dari dinas Polri karena melanggar sumpah atau janji anggota Polri, sumpah atau janji jabatan, dan /atau Kode Etik Profesi Polri.

β€œ Institusi Polri merupakan alat negara yang tugas pokoknya melindungi dan mengayomi masyarakat. Jangan sampai, tugas luhur tersebut dikotori oleh ulah anggota polisi yang arogan dan merusak martabat Polri,” terangnya.

Ini juga diatur ini dengan tegas di Pasal 5 huruf a Peraturan Pemerintah Nomor 2 Tahun 2003 tentang Disiplin Anggota Polri yang menyebutkan bahwa dalam rangka memelihara kehidupan bernegara dan bermasyarakat, anggota Polri dilarang melakukan hal-hal yang dapat menurunkan kehormatan dan martabat negara, pemerintah, atau Polri.

Peristiwa penganiayaannya, berawal Jumat malam (3/6/ 2022) pukul 23.00 WIB BYK bersama beberapa kawannya, mengunjungi cafΓ© di Jalan Magelang, Sinduadi, Mlati, Sleman. Lalu Sabtu dini hari (4/6/2022) pukul 02.00 WIB, BYK diprovokasi oleh seorang berinisial C , dan berujung pada perkelahian di depan parkiran cafe tersebut.

Saat itu, C memanggil temannya yang berinisial L yang kemudian mengumpulkan seluruh sekuriti, preman, tukang parkir, provost dan PM untuk memprovokasi BYK. Dalam kejadian itu, BYK dihajar kurang lebih selama satu jam oleh sekitar 20 orang. Anehnya, ada oknum polisi yang terlibat.

Setelah keadaan agak kondusif, BYK dan temannya A diberikan opsi jalan tengah untuk menyelesaikan masalahnya di Polres Sleman. Tetapi saat di Polres, BYK dan A masih mendapat siksaan dan pukulan. Sementara anggota polisi yang ada hanya diam dan tidak memberikan pertolongan.

β€œ Dengan terjadinya peristiwa ini, sudah sepatutnya Kapolri Jenderal Listyo Sigit mengevaluasi Kapolres Sleman AKBP Achmad Imam Rifai dari jabatannya. Pasalnya, Peraturan Kapolri yang baru diterbitkan yakni Perkap Nomor 2 Tahun 2022 tentang Pengawasan Melekat di Lingkungan Polri tidak dijalankan. Akibatnya, penganiayaan oleh anggota Polri kepada masyarakat sipil terjadi tanpa kendali,” tegasnya.

1
3

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini