Share

Polisi Akan Lakukan Tes DNA Atas Temuan 7 Jenazah Janin di Kamar Kos

Ansar Jumasang, Koran SI · Kamis 09 Juni 2022 17:25 WIB
https: img.okezone.com content 2022 06 09 609 2608746 polisi-akan-lakukan-tes-dna-atas-temuan-7-jenazah-janin-di-kamar-kos-cMttf2ON8G.jpg Ilustrasi/ Doc: Okezone

MAKASSAR - Pihak kepolisian akan melakukan tes DNA kepada dua orang tersangka atas penemuan tujuh janin bayi yang tersimpan rapih di dalam kotak makan di sebuah kamar kos di kota Makassar.

Kapolrestabes Makassar, Kombes Pol Budhi Haryanto mengatakan, pihaknya akan melakukan tes DNA kepada kedua tersanga tersebut, untuk memastikan apakah tujuh janin itu berasal dari kedua pasangan itu atau dari orang yang berbeda.

"Sampai saat ini keterangan yang kami dapatkan dari perempuan yang sama. Namun kami akan lakukan tes dna untuk memastikan apakah betul ketujuh janin tersebut berasal dari laki-laki atau perempuan yang sama atau dari orang lain." tutur Kombes Pol Budhi, Kamis (9/6/2022).

Kedua orang tersangka atas kasus penemuan mayat 7 janin bayi di sebuah kamar kos di Kelurahan Daya, Kecamatan Biringkanaya, Makassar, merupakan praktik aborsi.

"Memang betul bahwa itu janin diperkirakan masih berumur kurang lebih lima bulan dan dalam kondisi yang sudah tidak bernyawa. Dari situ kita menyimpulkan bahwa ini sebuah peristiwa pidana minimal adalah orang yang melakukan aborsi," ucapnya.

Dirinya juga mengatakan, setelah melakukan penyelidikan, pihaknya kini sudah menangkap orang yang melakukan aborsi tersebut.

"Pelaku berstatus karyawan yang bekerja di bidang kesehatan dan memiliki pengalaman medis. Kemudian dilakukan pengembangan dan kami mengetahui laki-laki yang juga pasangan tersangka tersebut berperan membantu melakukan aborsi," tuturnya.

Kedua tersangka tersebut yakni NM serta satu lagi seorang laki laki yang merupakan pasangan kekasihnya, diamankan di dua lokasi berbeda. Diketahui NM di amankan di Daerah Sultra sementara satu pelaku lainnya diamankan di daerah Kalimantan.

"Kita tangkap orang yang berbeda juga di daerah Kalimantan, sementara rangkaian penyelidikan masih berlangsung, namun kita sudah berani menetapkan dua orang ini sebagai tersangka sementara ini. Untuk lebih jelasnya tersangka masih dalam perjalanan, mohon bersabar, nanti kita akan buka sama-sama," sebutnya.

Dari keterangan sementara, lanjut Budhi, terduga pelaku melakukan aborsi dikarenakan malu atas kehamilan dirinya. Pelaku mengaku meminum ramuan dan sebuah gerakan yang mengakibatkan janin yang berada dalam kandungannya keluar.

"Dari keterangan sementara motifnya karena malu yang bersangkutan melakukan hubungan gelap dan hamil. Anak itu digugurkan atau aborsi. Sementara ini pengakuan dari tersangka dia minum ramuan dan melakukan tindakan yang mana tindakan itu bisa mengugurkan dari janin," terang Budhi.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini