Share

Dihamili Pasangannya Lalu Dicampakkan, Bule Tanzania dan Bayinya Diusir dari Bali

Mohamad Chusna, Sindonews · Jum'at 10 Juni 2022 22:32 WIB
https: img.okezone.com content 2022 06 10 244 2609541 dihamili-pasangannya-lalu-dicampakkan-bule-tanzania-dan-bayinya-diusir-dari-bali-I4WNRjdpNW.jpg Bule yang dideportasi/ Foto:

DENPASAR - Pius Glory Nanai (38), turis asal Tanzania ini benar-benar bernasib tragis. Ia dideportasi setelah ditinggalkan laki-laki asal Bulgaria yang menghamilinya saat berlibur di Bali.

Glory dideportasi bersama GKV, bayi yang dilahirkannya di Bali dan kini telah berusia 1 tahun. "Ijin tinggalnya sudah overstay 513 hari," kata Kepala Kantor Hukum dan HAM Bali Anggiat Napitupulu, Jumat (10/6/2022).

Glory dan putrinya dideportasi dari Bandara Soekarno-Hatta dengan penerbangan Oman Air WY0850 tujuan Muscat, Oman, Rabu (8/6/2020).

Dilanjutkan hari berikutnya dengan penerbangan menuju Istanbul, Turki, lalu penerbangan ke Sofa, Bulgaria.

Glory awalnya datang ke Bali sebagai turis menggunakan bebas visa kunjungan, 23 Februari 2020. Di Bali, dia bertemu pria Bulgaria yang kemudian menghamilinya.

Di usia lima bulan kehamilan, Glory ditinggalkan kekasihnya yang pulang ke Bulgaria. Bahkan sejak saat itu dia tidak bisa lagi menghubungi pasangannya.

Pada 2 Maret 2021, Glory melahirkan bayi perempuan. Bersama buah hatinya, dia lalu menyewa vila di kawasan Ubud, Gianyar.

Pilu bermula ketika ibu muda bertubuh kurus itu tidak lagi mendapatkan kiriman uang dari pasangannya. Bahkan sudah tiga bulan uang sewa vila tidak bisa dibayar, meski pemilik vila sudah menurunkan harga sewa vila menjadi Rp1 juta per bulan.

Glory pun menjadi depresi dengan sering mengamuk dan menari-nari sendiri di jalan depan vila. Satpol PP yang menerima laporan dari pemilik vila lalu mengamankan dan membawa Glory ke Rumah Sakit Jiwa di Bangli.

Pilu belum berhenti. Usai menjalani terapi dan dinyatakan sembuh, Glory dan bayinya diamankan petugas imigrasi karena ijin tinggalnya di Indonesia telah habis. "Dia dan bayinya ditahan selama sembilan bulan di Rudenim Denpasar," ujar Anggiat.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini