Share

MUI Sebut Poliandri Hukumnya Haram, Menyamai Zina

Widya Michella, MNC Media · Minggu 12 Juni 2022 12:03 WIB
https: img.okezone.com content 2022 06 12 609 2610078 mui-sebut-poliandri-hukumnya-haram-menyamai-zina-AYFg7cQWo5.jpg Ilustrasi poliandri/ Doc: Ist

SULSEL - Sekretaris Komisi Fatwa MUI Sulsel KH Syamsul Bahri Abd Hamid menyebut poliandri hukumnya haram. Menurutnya dalam hukum Islam pelaku polandri harus dirajam.

Hal ini sebagai respons atas dugaan kasus wanita bersuami dua saat yang sama atau poliandri di Desa Seberang Taluk, Kecamatan Kuantan Tengah, Kabupaten Kuantan Singingi (Kuansing), Provinsi Riau beberapa waktu lalu.

"Hukum poliandri sama dengan zina yang dalam hukum Islam pelaku harus dirajam karena pelaku memiliki suami tapi melakukan hubungan dengan lelaki lain," kata Syamsul dikutip dalam laman resmi MUI, Minggu (12/06/2022).

Syamsul mengatakan Islam hanya menganjurkan poligami yang dikhususkan kepada pria. Namun untuk perempuan tidak diperbolehkan melakukan sehingga harus diselesaikan di pengadilan agama Islam dan dihukum dengan kasus zina.

"Secara biologis juga kita bisa pahami bahwa seorang perempuan tidak akan mampu mengandung dua anak bersamaan karena hanya memiliki satu rahim. Akan sulit jika seorang perempuan hamil tetapi bingung siapa bapaknya karena memiliki dua suami. Berbeda dengan lelaki jika dua istrinya hamil maka bapaknya sudah jelas," ujarnya.

Dengan demikian Syamsul menyampaikan tindakan poliandri merupakan penyimpangan akhlak dan dapat diibaratkan seperti menikah dengan saudara atau ibu kandung sendiri.

"Poliandri termasuk penyimpangan akhlak atau perbuatan keji atau hal yang secara syariah maupun akal tidak bisa diterima. Seperti menikah dengan saudara kandung atau ibu kandung sendiri," ujarnya.

Diberitakan sebelumnya, Warga Desa Seberang Taluk Kecamatan Kuantan Tengah, Kabupaten Kuantan Singingi (Kuansing), Riau, marah dan mengusir satu keluarga karena diduga, wanita berinisial S memiliki dua suami atau berpoliandri .

Pengusiran ini pun viral di media sosial (Medsos). Dalam video yang dilihat Rabu (8/6/2022) terlihat sejumlah warga bersorak sorak di depan rumah S. Dalam video 46 detik terlihat suami S menggendong seorang anak dan ada seorang wanita menggendong anak.

Kapolres Kuansing, AKBP Rendra Oktha mengatakan bahwa pengusiran itu karena isu S miliki suami lebih dari satu.

"Warga melakukan pengusiran atau penolakan terhadap seorang wanita. Tapi, bukan masalah S bersuami dua. Bahwa yang bersangkutan sudah bersuami sah, namun ditengarai sering membawa laki-laki lain ke rumahnya dan dianggap berzina," tegas Kapolres.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini