Share

Diterjang Hujan dan Angin Kencang, 2 Bangunan Sekolah di Sukabumi Ambruk

Dharmawan Hadi, iNews · Senin 13 Juni 2022 23:29 WIB
https: img.okezone.com content 2022 06 13 525 2610968 diterjang-hujan-dan-angin-kencang-2-bangunan-sekolah-di-sukabumi-ambruk-Po4LQOBr9z.JPG Bangunan ambruk di Sukabumi (Foto MPI)

SUKABUMI - Dua bangunan sekolah ambruk akibat hujan deras disertai angin kencang, kejadian tersebut terjadi di Sekolah Menengah Pertama (SMP) PGRI Sukalarang, Kampung Cimanggu RT 05/06, Desa Cimangkok, Kecamatan Sukalarang, Kabupaten Sukabumi, pada Senin (13/6/2022) dini hari.

Sekretaris Kecamatan (Sekmat) Sukalarang, Dading mengatakan tidak ada korban jiwa dan luka dalam peristiwa ini, karena kejadian terjadi pada pukul 02.00 WIB yang kondisi bangunan dalam keadaan kosong tidak ada kegiatan belajar mengajar (KBM).

Dading mengatakan bahwa dua bangunan tersebut kondisinya sudah lapuk termakan usia, selain itu berdasarkan laporan dari pihak yayasan sekolah, dua ruangan itu sudah sekitar satu tahun terkakhir kondisinya terlantar.

"Informasi dari petugas di lapangan, kerusakan terjadi pada atap bangunan yang mengalami ambruk. Namun, untuk dinding bangunan yang mengalami ambruk hanya sebagian saja," ujar Dading kepada MNC Portal Indonesia.

Akibat ambruknya dua lokal kelas itu, lanjut Dading, pihak yayasan SMP PGRI Sukalarang mengalami kerugian sekitar Rp250 juta. Pihak kecamatan sudah melakukan koordinasi dengan pihak yayasan dan Dinas Pendidikan Kabupaten Sukabumi, untuk mencari solusi agar bangunan yang ambruk tersebut mendapat bantuan.

Baca Juga: KKP Pastikan Proses Hukum Pelaku Perdagangan Sirip Hiu Ilegal di Sulawesi Tenggara

Pihaknya menambahkan, untuk meminimalisir terjadinya resiko bencana alam pada musim hujan ini, pemerintah Kecamatan Sukalarang menghimbau kepada seluruh warganya untuk meningkatkan kewaspadaanya.

"Imbuan ini, juga kami khususnya bagi warga yang tinggal di daerah perbukitan dan bantaran sungai yang berpotensi bencana longsor dan banjir. Jika di wilayahnya terdapat gejala yang berpotensi menyebabkan bencana alam, diharapkan segera melapor ke pemerintah desa setempat atau ke pemerintah Kecamatan Sukalarang," ujar Dading.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini