Share

Sejak Pandemi Covid-19, Penyalahgunaan Narkoba di Bandung Meningkat

Arif Budianto, Koran SI · Kamis 16 Juni 2022 11:23 WIB
https: img.okezone.com content 2022 06 16 525 2612546 sejak-pandemi-covid-19-penyalahgunaan-narkoba-di-bandung-meningkat-TMnBxxQg9b.jpg Mobil layanan keliling penerbitan Surat Keterangan Hasil Pemeriksaan Narkotika. (BNN Bandung)

BANDUNG - Saat pandemi virus corona (Covid-19) penyalahgunaan narkotika dan obat terlarang di Kota Bandung, Jawa Barat, meningkat. Hal itu didasarkan pada angka survei prevalensi yang dilakukan Badan Narkotika Nasional (BNN).

Data BNN Kota Bandung, pada 2021, hasil survei prevalensi menunjukkan penyalahgunaan narkoba di kota tersebut meningkat. Dari semula 1,80 persen pada 2019, naik menjadi 1,95 persen.

Sayangnya, naiknya angka prevalensi ini terjadi pada semua usia, yaitu rentang usia pengguna 15-64 tahun. Wali Kota Bandung Yana Mulyana menduga, jika angka ini sebenarnya hanya berupa "puncak gunung es". Dikhawatirkan justru jika melihat lebih dalam, angkanya bisa lebih besar daripada yang tercatat.

"Bisa jadi para pengguna yang belum bisa kita data, itu berpotensi merusak masa depan putra-putri kita," katanya.

Karena itu, untuk menekan angka ini, Pemerintah Kota (Pemkot) Bandung bersama BNN Kota Bandung melakukan beragam ikhtiar. Salah satunya dengan sosialisasi ke sekolah-sekolah dan menyediakan tempat 'bersinar' (bersih narkoba) di ruang publik.

"Untuk lokasi 'bersinar' pertama, kita resmikan di Taman Panata Yuda. Ini merupakan ikhtiar kita dalam bersama-sama menanggulangi pengedaran narkoba yang di masa Covid-19 ini justru terjadi peningkatan peredarannya di Kota Bandung," ucap Yana.

Pemkot Bandung akan membuat lokasi 'bersinar' lainnya di 30 kecamatan. Langkah ini sebagai bentuk ikhtiar untuk menekan peredaran narkoba di Kota Bandung. "Tempat ini akan kita jadikan sebagai lokasi sosialisasi pencegahan pemberantasan penyalahgunaan dan peredaran gelap narkoba (P4GN). Mudah-mudahan dari sini juga bisa lahir program-program yang bisa menghilangkan peredaran narkoba," ujarnya.

Dalam peresmian ini, ada pula mobil layanan keliling penerbitan Surat Keterangan Hasil Pemeriksaan Narkotika (SKHPN). SKHPN keliling di Kota Bandung menjadi yang pertama di Jawa Barat.

Sementara itu, Kepala BNN Kota Bandung, Kombes Mada Roostanto menuturkan, hadirnya SKHPN keliling ini sebagai bentuk pelayanan pada publik untuk memudahkan masyarakat.

"SKHPN diperlukan sebagai persyaratan untuk melamar pekerjaan, pendidikan, sertifikasi, dan kebutuhan lainnya. Biayanya Rp290 ribu," jelas Mada.

Pelayanan SKHPN, lanjut Mada, bisa diakses di 3 lokasi, yaitu di Klinik BNN Kota Bandung, Mal Pelayanan Publik, dan mobil SKHPN keliling. Selain itu, di Taman Panata Yuda juga dilengkapi perpustakaan dan ruang diskusi yang bisa dimanfaatkan masyarakat.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini