Share

Polisi: Pembunuhan di Kebun Salak Gegara Marak Pencurian Cabai

Erfan Erlin, iNews · Kamis 16 Juni 2022 20:44 WIB
https: img.okezone.com content 2022 06 16 525 2612965 polisi-pembunuhan-di-kebun-salak-gegara-marak-pencurian-cabai-uWFuSDP2uq.jpg Ilustrasi (Foto: Okezone)

SLEMAN - HH, remaja 17 yang masih berstatus pelajar menjadi tersangka tunggal dalam kasus meninggalnya WBP (44) warga Donokerto Kapanewon Turi Sleman. Bocah ini menganiaya usai memergoki korban karena mencuri cabai di sawah kerabatnya S.

Kasat Reskrim Polres Sleman AKP Rony Prasadana mengatakan, aksi penganiayaan yang berbuntut meninggalnya korban memang dipicu karena aksi pencurian cabai yang memang sering terjadi paska harganya yang telah meroket.

"Kejadian ini juga bermula dari pencurian cabai," ujar dia.

Rony menuturkan, aksi penganiayaan tersebut terjadi karena sepengetahuan HH, ladang cabai milik saudaranya itu yang berinisial S sering dicuri meski masih di ladang. Setahu tersangka, tempat cabainya mengalami kecurian dengan tiga sampai empat kali.

"Kemudian HH dan S berinisiatif untuk mengecek dan berjaga di lahan cabai. Tetapi walau tiga atau empat kali dicuri belum tentu korban ini yang mengambil," terangnya.

Baca juga: Pembunuhan Sadis Sesama Teman di Denpasar, Korban Dihajar Lalu Ditabrak Motor

Rony mengungkapkan, kediaman korban dan pelaku hanya berjarak ratusan meter dan masih dalam kalurahan yang sama. Namun pelaku mengaku tidak saling mengenal dan terjadilah penganiayaan tersebut.

Baca juga: Pria di Riau Bunuh Lalu Mutilasi Anak Kandung, Polisi Tes Kejiwaan Pelaku

Untuk saat ini pelaku anak diterapkan pasal 351 ayat 3 mengenai penganiayaan yang berujung kematian korban. Penyidikan hingga kini masih berlanjut. Penambahan pasal dan kesaksian diperkirakan bisa saja berkembang dalam prosesnya.

"Tersangka pelaku anak, kami sesuaikan prosedur yang berlaku serta hak-haknya sebagaimana UU Sistem Peradilan Anak" lanjut dia.

Wakapolres Sleman Kompol Toni Priyanto mengapresiasi adanya sikap proaktif masyarakat dalam rangka mencegah kejahatan yang terjadi di lingkungannya. Hanya saja, tindak lanjut tindakan upaya pencegahan, sebaiknya dilaporkan kepada polisi terutama dalam hal tangkap tangan, melakukan upaya paksa.

"Jangan sampai malah menjadi kontradiktif, berlebihan tidak proposional,"ujar Toni.

Menurut Toni, meskipun dilakukan terhadap pelaku kejahatan, lebih baik dilaporkan sedini mungkin kepada kepolisian. Dan untuk bisa melakukan pencegahan agar perbuatan tindak pidana tidak terjadi di masyarakat.

Ia tidak menampik jika peran masyarakat sangat penting untuk mendeteksi dan juga ikut serta proaktif peduli terhadap lingkungannya. Namun dengan batas koridor tidak melanggar perbuatan hukum dan berlebihan yang tidak proposional.

"Percayakan dan serahkan kepada penegak hukum," tandasnya.

Baca juga: Usai Sayat Istri dan Bibinya Sendiri, Pria Ini Langsung Bunuh Diri

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini