Share

Dalam Sepekan, Gunung Merapi Luncurkan Guguran Lava Sebanyak 58 Kali

Dimas Choirul, MNC Media · Jum'at 17 Juni 2022 19:38 WIB
https: img.okezone.com content 2022 06 17 510 2613573 dalam-sepekan-gunung-merapi-luncurkan-guguran-lava-sebanyak-58-kali-mZE5qXi0XF.jpg Ilustrasi/ Foto: Antara

YOGYAKARTA - Aktivitas vulkanis Gunung Merapi masih tinggi. BPPTKG mencatat gunung di perbatasan DIY-Jateng itu mengeluarkan guguran lava sebanyak 58 kali selama sepekan terakhir.

"Guguran lava teramati sebanyak 58 kali ke arah barat daya dominan ke Sungai Bebeng, dengan jarak luncur maksimal 1.800 meter," kata Kepala Balai Penyelidikan dan Pengembangan Teknologi Kebencanaan Geologi (BPPTKG) Agus Budi Santoso melalui keterangan tertulis yang diterima di Yogyakarta, Jumat (17/6/2022).

Agus menyebutkan berdasarkan analisis morfologi dari stasiun kamera Deles5 mulai 10 - 16 Juni 2022, pada kubah barat daya tidak teramati adanya perubahan ketinggian kubah. Untuk kubah tengah juga tidak teramati adanya perubahan morfologi yang signifikan.

"Berdasarkan analisis foto volume kubah lava barat daya terhitung sebesar 1.551.000 m3, dan kubah tengah sebesar 2.582.000 m3," paparnya.

Adapun intensitas kegempaan Merapi selama sepekan terakhir, menurut dia, masih cukup tinggi. Deformasi Gunung Merapi yang dipantau dengan menggunakan EDM juga masih menunjukkan laju pemendekan jarak 0,4 cm per hari.

Pada minggu ini terjadi hujan di Pos Pengamatan Gunung Merapi dengan intensitas curah hujan sebesar 40 mm per jam selama 85 menit di Pos Kaliurang pada 10 Juni 2022.

"Tidak dilaporkan terjadi banjir lahar maupun penambahan aliran di sungai-sungai yang berhulu Gunung Merapi," ujar Agus.

 BACA JUGA:BPPTKG: Gunung Merapi Alami 83 Kali Gempa Guguran dalam Sehari

Hingga kini BPPTKG masih mempertahankan status Gunung Merapi pada Level III atau Siaga. Guguran lava dan awan panas dari Gunung Merapi bisa berdampak ke area dalam sektor selatan-barat daya yang meliputi Sungai Boyong (sejauh maksimal lima km) serta Sungai Bedog, Krasak, Bebeng (sejauh maksimal tujuh km).

Selain itu, guguran lava dan awan panas dari Gunung Merapi bisa berdampak ke area di sektor tenggara yang meliputi Sungai Woro (sejauh maksimal tiga km) dan Sungai Gendol (sejauh lima km).

Apabila gunung api itu mengalami letusan eksplosif, maka lontaran material vulkaniknya dapat menjangkau daerah dalam radius tiga kilometer dari puncak gunung.

Untuk itu BPPTG mengimbau kepada Pemerintah Kabupaten Sleman, Kabupaten Magelang, Kabupaten Boyolali dan Kabupaten Klaten agar melakukan upaya — upaya mitigasi dalam menghadapi ancaman bahaya erupsi Gunung Merapi yang terjadi saat ini.

Selain itu, BPPTG mengimbau masyarakat agar tidak melakukan kegiatan apapun di daerah potensi bahaya dan mengantisipasi gangguan akibat abu vulkanik dari erupsi Gunung Merapi serta mewaspadai bahaya lahar terutama saat terjadi hujan di seputar Gunung Merapi.

"Jika terjadi perubahan aktivitas Gunung Merapi yang signifikan maka status aktivitas Gunung Merapi akan segera ditinjau kembali," pungkasnya.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini