Share

Polres Cimahi Segera Limpahkan Berkas Perkara Pentolan Khilafatul Muslimin ke Kejaksaan

Adi Haryanto, Koran SI · Jum'at 17 Juni 2022 16:10 WIB
https: img.okezone.com content 2022 06 17 525 2613425 polres-cimahi-segera-limpahkan-berkas-perkara-pentolan-khilafatul-muslimin-ke-kejaksaan-rozvCvOA9p.jpg Kapolres Cimahi AKBP Imron Ermawan. (MNC Portal/Adi Haryanto)

CIMAHI - Polres Cimahi menargetkan berkas perkara 3 tersangka terkait kasus organisasi Khilafatul Muslimin segera dilimpahkan ke Kejaksaan Negeri wilayah tersebut.

Saat ini berkas perkaranya masih dilengkapi seperti keterangan dari para saksi, masyarakat, serta tim ahli yang didatangkan dari sosiolog. Ketika semuanya sudah lengkap, polisi akan melimpahkannya ke kejaksaan.

"Kita targetkan secepatnya berkas tersebut lengkap, jika tidak ada lagi halangan di akhir Juni ini semuanya beres dan akan dilimpahkan ke Kejaksaan Negeri Cimahi," kata Kapolres Cimahi, AKBP Imron Ermawan, Jumat (17/6/2022)

Menurutnya, berkas perkara itu atas nama S sebagai pemimpin Khilafatul Kota Cimahi, AS bendahara kelompok Khilafatul Muslimin Cimahi, dan AY Umul Quro Bandung Raya. Ketiganya dituding melakukan dugaan makar atau menyebarkan berita bohong.

Ketiganya ditangkap usai terlibat dalam kegiatan mobilisasi dan menggelar konvoi yang dilakukan di daerah Cimahi dan Cisarua, Kabupaten Bandung Barat (KBB), Minggu (29/5/2022). Konvoi tersebut telah menimbulkan keresahan dan reaksi keras di masyarakat.

Imron menyebutkan, tidak ada kendala dalam penanganan organisasi yang tidak terdaftar tersebut. Untuk ketiga tersangka saat ini masih dilakukan penahanan di Mako Polres Cimahi serta dimintai keterangan secara intensif. Termasuk mengumpulkan sejumlah barang bukti yang disita dari kediaman dan markas kelompok tersebut.

Berdasarkan penyidikan profesi ketiga pelaku itu adalah pekerja swasta dan merupakan petinggi kelompok ini di wilayah Cimahi dan Bandung Raya. Untuk jumlah anggotanya, Imron menyebutkan diperkirakan kurang lebih ada sebanyak 250 orang yang berasal dari Cimahi, KBB, Kota Bandung, dan Soreang.

Mereka dijerat Pasal 107 jo Pasal 35 KUHPidana tentang Makar, Pasal 14 ayat 1 dan 2 atau Pasal 15 Undang-Undang Nomor 1 Tahun 1946 tentang Peraturan Hukum Pidana serta Pasal 157 KUHP.

"Ancaman hukumannya kurang lebih 15 tahun penjara," tuturnya.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini