Share

Tragedi Stadion GBLA, Bos Persib: Jangan Saling Menyalahkan

Agung Bakti Sarasa, Koran SI · Sabtu 18 Juni 2022 13:02 WIB
https: img.okezone.com content 2022 06 18 525 2613836 tragedi-stadion-gbla-bos-persib-jangan-saling-menyalahkan-BGJU9Z3JLa.jpg Komisari PT PBB, Umuh Muchtar di rumah duka bobotoh (foto: MPI/Agung)

BANDUNG - Komisaris PT Persib Bandung Bermartabat (PBB), Umuh Muchtar meminta semua pihak tidak saling menyalahkan atas insiden kematian dua bobotoh jelang laga Persib Bandung vs Persebaya Surabaya di Stadion Gelora Bandung Lautan Api, Jumat 17 Juni 2022 malam.

Permintaan tersebut disampaikan Umuh Muchtar saat bertakziah ke rumah duka salah satu bobotoh yang tewas, Ahmad Solihin di kawasan Cibaduyut, Kota Bandung, Sabtu (18/6/2022).

"Sekarang jangan ada saling menyalahkan. Semuanya juga dalam situasi berduka, kita harus landai dan semua pun juga harus pelan dan tidak ada yang tersinggung, tidak ada yang menyinggu siapapun," tutur Umuh.

 BACA JUGA:Tragedi Stadion GBLA, Polisi Bidik Panpel Laga Persib vs Persebaya?

Bahkan, Umuh pun meminta, istilah oknum bobotoh tidak dikaitkan dengan insiden tersebut. Pasalnya, kata Umuh, semua bobotoh yang hadir di Stadion GBLA saat laga Persib vs Persebaya itu merupakan bobotoh sejati.

"Jangan ada bahasa oknum bobotoh, tidak ada karena semuanya pun juga bobotoh sejati," tegas Umuh.

Sebagai penyelenggara, lanjut Umuh, pihaknya pun tak pernah memprediksi insiden ini bakal terjadi. Terlebih, persiapan pun sudah dilakukan cukup matang, termasuk menyediakan layar lebar bagi penonton yang tidak masuk ke dalam stadion.

"Turut berduka cita, ini yang kita tidak terprediksi dan juga tidak mungkin karena tiket hanya bikin 15.000 dan kita pun sudah menyiapkan layar lebar ada 4 di luar," sebutnya.

 BACA JUGA:Laga Persib Bandung vs Persebaya Surabaya Ricuh Tewaskan 2 Bobotoh, Saksi Mata Angkat Bicara

Menurutnya, insiden tersebut tak lepas dari tingginya animo bobotoh untuk menonton laga Persib vs Persebaya di dalam Stadion GBLA. Sehingga, banyak penonton yang memaksa masuk ke dalam stadion.

"Semua bobotoh merangsek, tetap mau ke dalam dan Ahmad Solihin pun bawa tiket, ini yang namanya bobotog sejati, bobotoh setia," ucapnya.

Umuh pun menyesalkan terjadinya insiden tersebut. Terlebih, selain sebagai bobotoh sejati, korban juga dikenal sebagai pemuda yang aktif berkegiatan di Karang Taruna, termasuk di kelurahan tempat tinggalnya.

"Kata Pak Camat pun bilang almarhum Ahmad Solihin juga aktif di Karang Taruna, sangat aktif di kelurahan. Ya memang namanya umur sudah takdir, tidak bisa dipungkiri. Keluarganya pun juga menerima dengan keikhlasan. Kebetulan ibu bapaknya sudah meninggal, barusan dimakamkan di pemakaman keluarga," tutur Umuh.

Umuh pun memastikan akan mengambil langkah evaluasi menyusul insiden tersebut. Tak lupa, pihaknya pun berterima kasih kepada pihak kepolisian atas pengamanan yang dinilainya telah maksimal selama jalannya pertandingan di Stadion GBLA.

"Kita akan mengambil langkah (evaluasi). Kita mengimbau, yang tidak punya tiket nonton di TV saja, akan lebih leluasa dan lebih nyantai di TV daripada berdesakan lagi, terus ada korban lagi. Ini kan berbahaya, bukan untuk sanksi PT Persib, karena kita sudah luar biasa pengamanannya," tandasnya.

Sementara itu, Direktur PT PBB, Teddy Tjahjono mengamini pernyataan Umuh. Dia menegaskan bahwa evaluasi akan segera dilakukan, agar insiden serupa tidak terulang.

"Kita akan pikirkan evaluasi ke depannya seperti apa. Seperti yang tadi diimbau Pak Umuh, yang tidak punya tiket tidak datang ke stadion," katanya.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini