Share

Soal Sanksi Tragedi di Stadion GBLA, Walkot Bandung: Kita Lihat Nanti

Agung Bakti Sarasa, Koran SI · Sabtu 18 Juni 2022 14:55 WIB
https: img.okezone.com content 2022 06 18 525 2613884 soal-sanksi-tragedi-di-stadion-gbla-walkot-bandung-kita-lihat-nanti-3NykCjq4kU.jpg Wali Kota Bandung, Yana Mulyana (foto: MPI/Agung)

BANDUNG - Wali Kota Bandung, Yana Mulyana menyesalkan insiden tewasnya dua bobotoh jelang laga Persib Bandung-Persebaya Surabaya di Stadion Gelora Bandung Lautan Api (GBLA), pada Jumat 17 Juni 2022 malam.

Yana pun menyempatkan hadir di rumah duka untuk bertakziah dan mendoakan almarhum Asep Ahmad Solihin, salah satu bobotoh yang tewas diduga akibat berdesakan dan terinjak-injak penonton yang memaksa masuk ke dalam Stadion GBLA.

BACA JUGA:Tragedi Stadion GBLA, Ini Kata Punggawa Persib Erwin Ramdani 

Meski begitu, Yana meyakini, insiden ini pun tak lepas dari takdir Allah SWT. Dia bersyukur karena pihak keluarga korban pun telah ikhlas menerima insiden memilukan ini.

"Kita yakini lah bahwa ini memang qadarullah dan tadi alhamdulillah pihak keluarga juga sudah menerima musibah ini atau qadarullah ini sebagai takdir Allah dan ikhlas menerima musibah ini," ungkap Yana di rumah duka di kawasan Cibaduyut, Kota Bandung, Sabtu (18/1/2022).

 BACA JUGA:Tragedi Stadion GBLA, Bos Persib: Jangan Saling Menyalahkan

Terkait insiden tersebut, Yana mengaku belum bisa memberikan komentarnya lebih jauh. Menurutnya, pihak yang lebih berkompeten untuk menyampaikan hal itu adalah panitia pelaksana (panpel).

"Tapi mudah-mudahan ini menjadi pelajaran karena setelah dua tahun Persib tidak melakukan pertandingan di rumahnya atau homebase-nya, sehingga terjadi euforia yang luar biasa dari para bobotoh, mudah-mudahan tidak terjadi lagi hal seperti ini," kata Yana.

"Mari kita doakan almarhum tentunya wafat dalam keadaan husnul khatimah dan kita doakan juga Persib tetap bisa menjalani kompetisi pramusim, sehingga bisa jadi juara dan mudah-mudahan itu jadi hadiah buat kita semua," sambung dia.

Terkait evaluasi dan sanksi bagi panpel, Yana menjelaskan bahwa evaluasi tentu bakal dilakukan, terutama oleh panpel. Terlebih, kata Yana, Kota Bandung kini menerapkan PPKM level 1 dimana kapasitas maksimal gedung untuk berbagai acara, termasuk pertandingan sepakbola dibatasi hanya 75%.

"Satgas itu kan sebenarnya sudah menetapkan kapasitas itu maksimal 75 persen, tapi kelihatannya dari laporan disampaikan tadi malam itu kan kapasitasnya itu melebihi, ini yang nanti akan dievaluasi oleh panitia pelaksana," jelasnya.

Yana juga menegaskan bahwa saat ini, pihaknya belum bisa menjelaskan soal sanksi untuk pihak panpel. Dia beralasan, belum menerima laporan secara untuk terkait insiden tersebut.

"Kita lihat lah nanti, karena kami juga belum dapat laporan secara utuh," pungkasnya.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini