Share

Tertipu Orang Mengaku Sales, Pedagang Roti dan Sembako di Semarang Rugi Puluhan Juta

Angga Rosa AD, Koran SI · Senin 20 Juni 2022 13:02 WIB
https: img.okezone.com content 2022 06 20 512 2614670 tertipu-orang-mengaku-sales-pedagang-roti-dan-sembako-di-semarang-rugi-puluhan-juta-Qrdk1GrI74.jpg Pedagang roti dan sembako rugi puluhan juta karena tertipu sales (Foto: MPI)

SEMARANGPedagang roti dan sembako Asih Susilowati (38)  di Desa Beji Lor, Kecamatan Suruh, Kabupaten Semarang rugi puluhan juta akibat tertipu seorang perempuan yang mengaku sales dari salah satu perusahaan distributor sembako. Modus penipu bernama Suparti tersebut berpura-pura membeli roti.

"Kejadiannya dua minggu lalu. Suparti tahu kalau saya memiliki usaha roti. Kemudian memesan roti melalui pesan singkat di WA (WhatsApp)," katanya, Minggu (19/6/2022).

Obrolan melalui aplikasi tersebut kemudian melebar dengan menawarkan sembako.

“Suparti bertanya kepada saya, selain bisnis roti, bisnis apa saja mbak? Saya jawab, selain roti ada bisnis sembako juga,” ujarnya.

Baca juga:  Viral! Sales Pisau Tipu Pembeli Berujung Kena Mental, Kok Bisa?

Menurutnya, dalam percakapan tersebut Suparti mengaku berasal dari Tegalrejo, Argomulyo, Kota Salatiga tapi saat ini tinggal di Ungaran, Kabupaten Semarang dan bekerja di salah satu perusahaan retail. Selanjutnya, Suparti menawarkan sembako dengan harga miring (murah).

Baca juga: Sales Ini Dituntut Bayar Ganti Rugi Rp125 Miliar karena Jual Mobil Pakai Diskon Karyawan

“Saya percaya saja dengan Suparti, selisih harganya juga di bawah rata-rata dan akhir-akhirnya Suparti meminta DP dulu,” ujarnya.

Sembako yang Suparti jual saat itu ada promo yang membuat harganya dibawah rata-rata. Tawaran sembako tersebut berupa minyak goreng, gula, mie dan lainnya. “Pertama saya DP Rp700.000, lalu Rp3 juta. Kemudian Rp10 juta, Rp7 juta dan terakhir transfer Rp1,5 juta. Totalnya Rp23,2 juta," terangnya.

Setelah uang ditransfer ternyata barang tersebut tidak kunjung datang. “Ngomongnya mau perjalanan untuk kirim barangnya. Perjalanan dari jam 10.00 WIB, tapi hingga jam 16.00 WIB belum sampai-sampai. Alasannya macam-macam,” ucapnya.

Setelah itu, nomor telepon Asih diblokir oleh Suparti. Dua hari kemudian, ada seorang laki-laki yang mengaku bernama Alfi memghubungi Asih melalui pesan singkat i aplikasi WA. "Orang itu mengaku dari perusahaan yang sama dengan Suparti. Dan menjelaskan bahwa Suparti sedang sakit. Orang itu, mengatakan kalau ingin barangnya dikirim harus bayar lagi," katanya.

Namun Asih tidak menuruti permintaan Alif. Akhirnya, nomor telepon Asih diblokir oleh Alfi. "Semoga tidak ada korban lain lagi," ujarnya. (angga rosa)

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini