Share

3 Catatan Ridwan Kamil Terkait Insiden Kematian 2 Bobotoh di Stadion GBLA

Agung Bakti Sarasa, Koran SI · Senin 20 Juni 2022 16:08 WIB
https: img.okezone.com content 2022 06 20 525 2614833 3-catatan-ridwan-kamil-terkait-insiden-kematian-2-bobotoh-di-stadion-gbla-NoWT1AoqX1.jpg Gubernur Jawa Barat Ridwan Kamil (Foto : Humas Pemprov Jabar)

BANDUNG - Gubernur Jawa Barat, Ridwan Kamil mengungkapkan duka cita yang mendalam atas kematian dua bobotoh jelang laga Persib vs Persebaya di Stadion Gelora Bandung Lautan Api (GBLA), Kota Bandung, Jumat 18 Juni 2022, malam. Ia pun memberi tiga catatan penting terkait insiden tersebut.

Gubernur yang akrab disapa Kang Emil itu meminta semua pihak melakukan evaluasi, agar insiden serupa tidak terulang. "Saya sudah mengucapkan duka cita secara mendalam, harus jadi evaluasi," tegas Kang Emil, Senin (20/6/2022).

Adapun tiga catatan penting itu, yakni pertama penonton yang tidak memiliki tiket jangan memaksakan diri datang ke stadion.

"Pertama untuk bobotoh kalau tidak punya tiket jangan datang. Ikutilah aturan, hidup ini harus selalu ikut aturan," tegas Kang Emil.

Menurut Ridwan Kamil, insiden tersebut sebenarnya dapat dicegah karena tiket yang disediakan oleh panitia sudah diatur sesuai ketentuan laga. Namun, kata Kang Emil, banyaknya penonton yang tidak tertib membuat kondisi menjadi tak terkendali.

"Ini adalah contoh kalau hidup tidak ikut aturan, tiketnya hanya 15.000, yang datang lebih dari itu. Berarti banyak yang datang tidak pakai tiket, itu saja sudah salah," jelasnya.

Catatan kedua, Kang Emil menyoroti soal pengamanan. Menurutnya, pihak kepolisian seharusnya bisa mengantisipasi membludaknya penonton dari luar stadion.

"Kedua evaluasi pengamanan, masukan dari saya lain kali kalau di GBLA dicegatnya itu jauh-jauh dari stadionnya. Jadi, kaya berlapis kaya di PON Papua berlapis-lapis. Dari ujung jalannya bagi yang gak punya tiket udah gak boleh mendekati, yang mendekati yang punya tiket," paparnya.

Dia menilai, pada laga Persib vs Persebaya tersebut, banyak penonton yang tidak mengantongi tiket, namun bisa leluasa masuk area Stadion GBLA.

"Jangan kayak kemarin, saya lihat yang gak punya tiket bisa megang gerbang GBLA. Itu udah bocor menurut saya, harusnya dari jauh-jauh, sekian kilometer. Orang yang tidak bertiket sudah gak boleh masuk, sehingga tidak terjadi seperti yang tidak diinginkan," bebernya.

Kang Emil berharap, insiden tersebut tidak terulang pada laga selanjutnya atau pertandingan lainnya yang akan datang. Dia menekankan bahwa sepak bola harus jadi pemersatu, bukan membuat korban jiwa.

"Ketiganya saya turut berduka cita dan saya sudah kirim bunga duka juga pada dua korban dari Kota Bandung dan Bogor. Mudah-mudahan tidak terulang lagi karena buat apa bersepakbola kalau harus mengorbankan nyawa manusia, menurut saya tidak selayaknya kita hidup seperti itu," tandasnya.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini