Share

Pastikan Penanganan PMK Maksimal, Ridwan Kamil Minta Masyarakat Tak Khawatir Jelang Idul Adha

Agung Bakti Sarasa, Koran SI · Senin 20 Juni 2022 17:08 WIB
https: img.okezone.com content 2022 06 20 525 2614890 pastikan-penanganan-pmk-maksimal-ridwan-kamil-minta-masyarakat-tak-khawatir-jelang-idul-adha-dtdUP3XlG6.jpg Gubernur Jabar Ridwan Kamil saat meninjau vaksinasi terhadap sapi di Desa Cilembu, Pamulihan, Sumedang, Senin (20/6/2022). (Dok Humas Pemprov Jabar)

SUMEDANG - Gubernur Jawa Barat, Ridwan Kamil, memastikan penanganan penyakit mulut dan kuku (PMK) hewan di wilayah yang dipimpinnya dilakukan dengan maksimal.

Karena itu, dia meminta masyarakat tetap tenang dan tidak khawatir terhadap PMK pada hewan kurban jelang Idul Adha 1443 Hijriah.

Gubernur yang akrab disapa Kang Emil itu mengatakan, salah satu upaya penanganan PMK hewan di Jabar dengan mempercepat vaksinasi.

"Masyarakat Jabar tetap tenang, penanganan PMK hewan di Jabar tertangani dengan baik menjelang Idul Adha bulan depan, jangan khawatir," tutur Kang Emil usai meninjau vaksinasi PMK pada sapi di Desa Cilembu, Pamulihan, Kabupaten Sumedang, Senin (20/6/2022).

Ia menjelaskan, pelaksanaan vaksinasi PMK pada hewan ternak di Jabar dilakukan tiga tahap, yaitu suntikan pertama, kedua, dan booster.

"Sama seperti vaksinasi Covid-19, suntikan pertama, kedua dan booster," ucapnya.

Bagi hewan ternak yang sudah dipastikan sehat dan cukup umur untuk disembelih, kata Kang Emil, akan dipasangkan sertifikat pada lehernya sebagai penanda hewan tersebut sehat dan siap dikonsumsi.

"Semua yang sehat akan dikasih sertifikat yang bisa dicek menggunakan handphone. Jadi, nanti di setiap kuping sapi sehat bisa di-scan barcode-nya, menandakan itu siap untuk dilakukan kegiatan khususnya untuk sapi potong," tuturnya.

Adapun target vaksinasi PMK pada pekan ini menyasar 2.000 ekor sapi di lima daerah sentra sapi di Jabar, yaitu Kabupaten Bandung, Kabupaten Bandung Barat, Kabupaten Garut, Kabupaten Kuningan, dan Kabupaten Sumedang.

Sejauh ini, ia melanjutkan, 40 persen hewan ternak di Jabar yang terpapar PMK sudah dinyatakan sembuh. Dia berharap, dengan tingkat kesembuhan yang tinggi, penyebaran virus PMK bisa segera dikendalikan.

Sementara untuk sapi perah, total sapi perah di Jabar saat ini sebanyak 76.000 ekor. Menurut Kang Emil, infeksi PMK akan memengaruhi 80 persen suplai susu yang dibutuhkan masyarakat.

"Kalau ada satu sapi perah terkena PMK, produksinya bisa turun sampai 80 persen. Jadi sangat memengaruhi suplai susu di Jabar yang kita butuhkan sehari-hari," katanya.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini