Share

Cegah PMK, 1.100 Sapi di Lembang Disuntik Vaksin

Adi Haryanto, Koran SI · Senin 20 Juni 2022 17:25 WIB
https: img.okezone.com content 2022 06 20 525 2614903 cegah-pmk-1-100-sapi-di-lembang-disuntik-vaksin-LZCjn24JrW.jpg Petugas menyuntikkan vaksin PMK ke sapi perah warga di Kampung Pasar Ipis, Desa Jayagiri, Lembang. (MNC Portal/Adi Haryanto)

BANDUNG BARAT - Dinas Peternakan dan Perikanan (Dispernakan), Kabupaten Bandung Barat (KBB), mulai memberikan vaksin terhadap hewan ternak untuk mencegah penyakit mulut dan kuku (PMK). Pada tahap awal ini, sebanyak 1.100 dosis vaksinasi akan disuntikkan ke sapi dan domba di sejumlah kecamatan.

"Target kami adalah bisa menyasar 30 ribu ekor hewan ternak untuk divaksin PMK. Ditahap awal ini KBB baru dapat 1.100 dosis vaksin," kata Kepala Dispernakan KBB, Undang Husni Tamrin kepada wartawan di Jayagiri, Lembang, Senin (20/6/2022).

Menurutnya, pada tahap awal ini sapi yang jadi target sasaran vaksinasi adalah yang kondisinya sehat dan belum terpapar PMK. "Pertimbangannya karena untuk sapi perah pemeliharaannya lama sehingga kami prioritaskan lebih awal. Sementara untuk sapi yang terkena PMK akan diberi vaksin enam bulan kemudian," tuturnya.

Sejauh ini untuk di KBB jumlah sapi yang terpapar PMK cukup banyak. Berdasarkan data terbaru jumlahnya mencapai 4.904 ekor yang tersebar di 14 kecamatan. Populasi yang paling banyak terpapar ada di Kecamatan Lembang, Parongpong dan Cisarua. Dari jumlah itu sebanyak 3.609 ekor di antaranya sudah sembuh dan 84 ekor sapi mati.

"Ada juga yang harus dipotong bersyarat sebanyak 104 ekor sapi karena kondisinya lemah, ada juga sapi pedet, dan komorbid," sebutnya.

Undang menjelaskan, masa inkubasi PMK itu paling lama 14 hari, paling singkat 3 hari. Jadi sapi yang sempat tertular itu harus disembuhkan dulu dan setelah enam bulan kemudian baru bisa divaksin. Sebab sapi yang terkena PMK bisa mengalami penurunan produksi susu hingga bobot berat badan, walaupun dagingnya masih bisa dikonsumsi.

"Jadi kalau sapi perah terkena PMK, jika biasanya dia bisa menghasilkan susu normalnya 15 liter, kalau kena PMK paling 3-5 liter," ujarnya.

Vaksinasi PMK tahap pertama ini dilakukan untuk melindungi populasi sapi di zona hijau agar tidak terpapar wabah yakni di Kampung Pasir Ipis, Desa Jayagiri, Kecamatan Lembang, KBB. Populasi di wilayah itu masih tercatat sebagai zona hijau. Yakni 400 dosis untuk peternak di Lembang, 400 untuk sapi di Balai Pembibitan di Lembang dan 300 di Balai Inseminasi Buatan (BIB) Lembang.

"Fokusnya sekarang masih ke sapi perah, kalau untuk sapi potong lebih kepada pencegahan atau isolasi agar bisa terhindar dari penularan," tuturnya.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini