Share

PBB: Dunia Maya dan Medsos Perburuk Dampak Ujaran Kebencian

Susi Susanti, Okezone · Selasa 21 Juni 2022 14:27 WIB
https: img.okezone.com content 2022 06 21 18 2615396 pbb-dunia-maya-dan-medsos-perburuk-dampak-ujaran-kebencian-jtuG5HdNyK.jpg Iustrasi ujaran kebencian (Foto: AP)

NEW YORK - Presiden Sidang Majelis Umum ke-76 Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) Abdulla Shahid pada Senin (20/6/2022) mengatakan “dunia maya dan media sosial – dengan proliferasi disinformasi dan berita palsu – telah semakin memperburuk dampak ujaran kebencian ke tingkat yang belum pernah terjadi sebelumnya.”

Berbicara pada negara-negara anggota dalam sidang khusus majelis itu, yang sekaligus menandai Hari Internasional Melawan Ujaran Kebencian, Shahid menambahkan “tren berbahaya ini hanya berfungsi untuk memecah belah kita ketika persatuan dibutuhkan lebih besar dibanding sebelumnya.”

Menurutnya, untuk mengatasi tantangan ini secara komprehensif, masyarakat internasional harus memupuk kerja sama global dan bersatu, merangkul semangat kolektif yang dirancang PBB untuk dikembangkan yang dicoba dirusak oleh ujaran kebencian.

Baca juga: Mahfud MD Ajak Semua Pihak Atasi Penyebaran Konten Hoaks dan Ujaran Kebencian

“Ujaran kebencian adalah ancaman yang inheren pada nilai dan prinsip kita,” terangnya dikutip VOA.

Sementara itu, Penasihat Khusus PBB untuk Pencegahan Genosida Alice Wairimu Nderitu secara khusus membacakan pesan dari Sekretaris Jenderal PBB Antonio Guterres.

Baca juga: Edy Mulyadi Langsung Ditahan Usai Jadi Tersangka Ujaran Kebencian 

Ia mengatakan kata-kata dapat menjadi senjata dan menimbulkan kerusakan fisik, dan menambahkan eskalasi ujaran kebencian menjadi aksi kekerasan telah memainkan peran dalam kejahatan paling mengerikan dan tragis di zaman modern, dari anti-Yahudi yang mendorong holocaust, hingga genosida terhadap kelompok Tutsi di Rwanda pada 1994.

Nderitu juga mengatakan internet dan media sosial telah memicu ujaran kebencian, memungkinkan hal itu menyebar seperti api melintasi perbatasan.

“Penyebaran ujaran kebencian terhadap kelompok minoritas selama pandemi COVID-19 membuktikan lebih jauh banyaknya masyarakat yang sangat rentan terhadap stigma, diskriminasi dan konspirasi yang dipromosikannya,” ungkapnya.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini