Share

Korsel Siap Uji Coba Kedua Roket Luar Angkasa Buatan Sendiri

Susi Susanti, Okezone · Selasa 21 Juni 2022 18:41 WIB
https: img.okezone.com content 2022 06 21 18 2615627 korsel-siap-uji-coba-kedua-roket-luar-angkasa-buatan-sendiri-pXUAvcU9bk.jpg Korsel akan uji coba kedua roket luar angkasa buatan sendiri (Foto: Antara/ Reuters)

SEOUL - Korea Selatan (Korsel) akan melakukan uji kedua peluncuran roket luar angkasa buatan sendiri Nuri pada Selasa (21/6/2022) waktu setempat.

Dalam uji coba pertama delapan bulan lalu, roket tersebut berhasil diluncurkan tetapi gagal menempatkan satelit tiruan ke dalam orbit.

Pada Senin (20/6/2022), roket itu didirikan di alas peluncurannya di Pusat Ruang Angkasa Naro di pantai selatan Korsel.

Awalnya, uji kedua itu akan dilakukan pekan lalu, tetapi dibatalkan beberapa jam sebelum peluncuran karena gangguan pada sensor tangki pengoksidasi.

Baca juga: Gawat, Ada Roket bakal Tabrak Bulan, Berbahaya Bagi Bumi?

Dikutip Antara, para pejabat akan memutuskan pada Selasa sore (21/6/2022) apakah uji tersebut akan dilanjutkan.

 Baca juga: Roket SpaceX Seberat 4 Ton akan Hantam Bulan pada Maret

Roket tiga-tahap KSLV-II Nuri dirancang oleh Institut Penelitian Ruang Angkasa Korea (KARI) agar dapat membawa muatan 1,5 ton ke orbit 600-800 km di atas bumi.

Peluncurannya menjadi landasan bagi rencana Korsel untuk mempercepat program ruang angkasa dan mencapai target ambisius jaringan 6G, satelit mata-mata dan bahkan wahana bulan.

Roket itu dibuat dengan hanya menggunakan teknologi roket Korsel dan menjadi kendaraan peluncur ruang angkasa pertama yang dibuat oleh negara itu.

Roket terakhir Korsel, yang diluncurkan pada 2013 setelah berkali-kali ditunda dan gagal dalam uji coba, dikembangkan bersama Rusia.

Nuri adalah kunci bagi rencana Korsel untuk membangun sistem navigasi berbasis satelit dan jaringan komunikasi 6G.

Negara itu juga berencana meluncurkan sejumlah satelit militer, tetapi para pejabat membantah bahwa Nuri dilengkapi dengan senjata.

Korsel juga menjalin kerja sama dengan Amerika Serikat (AS) dalam mengembangkan sebuah pengorbit bulan, dan berharap dapat mendaratkan sebuah wahana di sana pada 2030.

Peluncuran angkasa telah menjadi isu sensitif di semenanjung Korea, di mana Korea Utara menghadapi sanksi atas program rudal balistik nuklir yang dikembangkannya.

Pada Maret lalu, militer Korsel mengawasi peluncuran roket berbahan bakar padat dari udara, bagian dari rencana peluncuran satelit mata-mata negara itu.

Dalam uji pertama Nuri pada Oktober tahun lalu, roket itu menyelesaikan sekuens peluncurannya tetapi gagal menempatkan muatan uji ke orbit setelah mesin tahap ketiga terbakar lebih awal dari rencana.

Kantor berita Yonhap mengatakan para teknisi menyesuaikan tangki helium di dalam tangki pengoksidasi tahap ketiga Nuri untuk mengatasi masalah itu.

Pertaruhan dalam uji coba pada Selasa (21/6/2022) akan lebih tinggi, karena selain membawa satelit tiruan, Nuri juga mengangkut satelit pemeriksa kinerja roket dan empat satelit kubus untuk penelitian yang dikembangkan oleh sejumlah universitas.

KARI sebelumnya mengatakan pihaknya berencana melakukan sedikitnya empat uji coba lagi hingga 2027.

1
3

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini