Share

DPW Perindo Jelaskan Kondisi Ekonomi dan Masyarakat Papua

Muhammad Farhan, MNC Portal · Selasa 21 Juni 2022 19:36 WIB
https: img.okezone.com content 2022 06 21 340 2615666 dpw-perindo-jelaskan-kondisi-ekonomi-dan-masyarakat-papua-xI7R5c7BIW.jpg Ketua DPW Partai Perindo Papua Raflus Doranggi.

JAKARTA - Ketua DPW Perindo Papua, dr Raflus Doranggi atau Bung Raf menjelaskan kondisi ekonomi dan corak demografis masyarakat Papua di masa kekinian. Hal ini dijelaskan olehnya setelah ada pertanyaan dari pembawa acara dialog podcast aksi nyata Perindo, Aisha Lahtiba yang menanyakan harga sebotol air mineral sekira Rp50 ribu per botolnya.

Bung Raf menyampaikan kondisi harga barang-barangnya itu tidak semahal yang dibayangkan masyarakat di luar Papua. Menurutnya, karena persebaran masyarakat Papua yang luas, terkadang harga barang-barang itu relatif berbeda tergantung lokasi akses masyarakatnya.

"Kalau harga air mineral segitu (Rp50 ribu) itu di daerah Papua yang mana dulu. Soalnya masyarakat kita itu kan ada di daerah pesisir dan pedalaman, mungkin untuk pedalaman ini seperti di Wamena yang barangnya harus diangkut oleh pesawat. Harganya tentu lebih mahal," ujar Bung Raf dalam dialog podcast aksi nyata tersebut, Selasa (21/6/2022).

Namun, Raf menjelaskan, barang-barang yang diperjualbelikan di daerah pesisir itu harganya normal seperti di kota-kota besar Papua. Ia pun mengakui meski sudah ada jalan tol, akses distribusi barang-barang tersebut tetap harus menumpang pesawat bila hendak diantar ke Pedalaman.

"Nah terlebih apabila barang-barang pokok seperti ketersediaan obat dan bahan baku makanan ini yang menjadi masalah ketika hendak didistribusikan ke masyarakat pedalaman. Itulah kebijakan yang harus dijawab pemerintah daerah dan kita harus perjuangkan secara prioritas," ujar Raf.

Raf yang juga pernah menjadi dokter program penyakit HIV di Papua ini mengungkapkan corak pekerjaan mayoritas masyarakat Papua. Ia pun menuturkan kegiatan ekonomi asli di Papua berfokus pada kondisi alam Papua.

"Masyarakat asli Papua itu kebanyakan merupakan masyarakat peramu. Jadi, mereka itu petani pekebun. Tetapi untuk pertanian persawahan itu mereka belum familiar, jadi biasanya untuk sawah itu dikerjakan oleh masyarakat Transmigran. Kebanyakan mereka yang di pedalaman itu bercocoktanam umbi-umbian dan sayur mayur," kata Raf.

Terkait situasi masyarakat Papua, Raf menyampaikan di era dewasa ini mayoritas warga pedalaman sudah lancar berbahasa Indonesia. Oleh karena itu, lanjut Raf, kebanyakan warga asli pedalaman sudah mengetahui situasi nasional yang berkembang saat ini.

"Kalau kita ke pedalaman itu sudah nyaman berbahasa Indonesia. Mereka sudah paham dan melek dengan dunia selain Papua disana," ucap Raf.

Sebagaimana diketahui, podcast aksi nyata Partai Perindo tersebut bertemakan "Lentera Itu Papua". Tayangan dialog tersebut disiarkan melalui Instagram Partai Perindo, RCTI+, Okezone, Sindonews.com, iNews.id, YouTube, Facebook, Twitter dan Website Partai Perindo.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini