Share

3 Kali Bobol Toko yang Sama, Komplotan Pencuri Rokok Antarprovinsi Ditangkap

Erfan Erlin, iNews · Selasa 21 Juni 2022 15:11 WIB
https: img.okezone.com content 2022 06 21 510 2615447 3-kali-bobol-toko-yang-sama-komplotan-pencuri-rokok-antarprovinsi-ditangkap-i2sq9g0m3j.jpg Pencuri rokok antar provinsi ditangkap Polres Bantul. (MNC Portal/Erfan Erlin)

BANTUL - Satreskrim Polres Bantul mengungkap aksi pencurian rokok di Pasar Angkruksari Kapanewon, Kretek Bantul yang sempat viral di media sosial (medsos). Pemilik toko mengaku dua kali lapor usai dua kali menjadi sasaran pencurian, tapi pelakunya tak kunjung tertangkap.

Kapolres Bantul AKBP Ihsan mengatakan, dari kasus pencurian yang terjadi di pasar tersebut, pihaknya menangkap 3 tersangka dan 1 lainnya buron. Ketiga orang yang ditangkap adalah adalah AM, KM, dan VS.

"Untuk yang sopir, sekarang masih buron," kata dia, Selasa (21/6/2022).

Kelompok ini nekat mencuri rokok tiga kali dalam kurun waktu 5 bulan dengan sasaran yang sama. Aksi pencurian pertama terjadi pada 7 Februari 2022, kedua pada 12 Juni 2022, terakhir pada 13 Juni 2022.

Para tersangka spesialis pencuri rokok ditangkap pada 14 Juni 2022. Kronologi pengungkapan bermula karena sindikat ini telah beraksi di Bumi Projotamansari sebanyak 3 kali.

"Usai kejadian tanggal 7 Februari 2022 di Pasar Angkruksari Kretek saya langsung perintahkan membentuk tim antara Unit Reskrim dan Intel," katanya.

Dia mengakui sempat kesulitan di awal untuk mengungkap kasus ini karena minimnya saksi. Hingga kemudian terjadi lagi pencurian kedua dan ketiga di tempat kejadian perkara (TKP) yang sama.

Mereka cukup nekat karena langsung menggasak toko yang sebelumnya pernah dicuri rokoknya. Kemudian ruko yang ada di depannya juga jadi sasaran aksi pencurian.

"Kami lakukan penyelidikan dengan memintai keterangan saksi dan rekaman CCTV. Sehingga didapatkan petunjuk ciri-ciri dan alat-alat yang dipakai para pelaku. Para pelaku ada di wilayah Surabaya," kata dia.

Pihaknya langsung melakukan pengejaran ke Surabaya. Namun ketika sampai di Surabaya, ternyata para pelaku sudah tidak ada dan dalam perjalanan ke Jakarta menggunakan bus. Tidak ingin kehilangan jejak lagi, polisi tetap melakukan pengejaran.

Polisi menyusul bus yang ditumpangi ketiga pelaku. Saat busnya berhenti di rest area Tol Cipali, 2 pelaku berhasil diamankan. Mereka mengakui tindak pencurian di tiga TKP yang ada di Kabupaten Bantul tersebut.

"Ternyata, sebelum mencuri ratusan bungkus rokok, para tersangka melakukan mapping TKP minimal selama 2-3 hari," ucap dia.

Selama melakukan mapping, mereka menginap di losmen di kawasan Parangtritis. Mereka secara intens melakukan pengamatan dari target yang akan dicuri. Dari hasil mapping kesimpulannya pasar sepi antara jam 23.00-03.00 WIB.

Kapolres menyebut sebenarnya di Pasar Angkruksari ada petugas jaga. Namun, di atas tengah malam para petugas tersebut sudah pulang. Kesempatan itulah yang kemudian dimanfaatkan komplotan ini untuk melakukan aksinya.

"Setelah security pulang, mereka mencongkel pintu pasar dengan linggis kemudian mecongkel gembok apabila ada folding-nya. Kemudian mencongkel almari tempat simpan rokok dan gemboknya diambil bawa pulang," tuturnya.

Tiga orang pelaku yang diamankan adalah AN (34) dan VS (50) asal Bekasi, Jawa Barat dan KN (47) asal Indramayu, Jawa Barat. AN dan VS sebelumnya merupakan residivis pencurian rokok dan pernah menjalani hukuman pada 2008 dan 2019.

"Mereka spesialis pencuri rokok antar provinsi," ungkap Kapolres.

Dari tangan tersangka, polisi menyita sisa rokok yang belum dijual sekitar 300 bungkus dan dua buah karung yang dipakai untuk membawa rokok hasil curian. Menurutnya, pemilik toko mengalami kerugian di atas Rp100 juta.

Kerugian yang diderita korban sekitar Rp100 juta karena mereka bisa mencuri 9-12 kardus berisi rokok dan dalam bentuk bal. Akibat perbuatannya pelaku disangkakan adalah Pasal 363 KUHP tentang pencurian dengan pemberatan atau curat ancaman 7 tahun penjara.

Kepada polisi, tersangka memilih rokok untuk dicuri lantaran mudah untuk diambil dan dijual kembali. Rokok hasil curian dijual di pasar tradisional tempat mereka tinggal dengan harga yang murah. Untuk satu slop rokok biasanya dijual seharga Rp25.000.

"Hasilnya untuk hidup sehari-hari," tuturnya.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini