Share

Angka ODGJ Melonjak Hingga Dua Kali Lipat Selama Pandemi Covid-19

Erfan Maaruf, iNews · Selasa 21 Juni 2022 16:40 WIB
https: img.okezone.com content 2022 06 21 510 2615542 angka-odgj-melonjak-hingga-dua-kali-lipat-selama-pandemi-covid-19-njIid3nq4T.jpg Proses rehabilitasi ODGJ di alam terbuka/ Foto: Erfan Maruf

YOGYAKARTA - Angka orang dengan gangguan jiwa (ODGJ) atau yang juga disebut Orang Dengan Disabilitas Psikososial (ODDP) terus mengalami kenaikan. Bahkan sejak pandemi Covid-19, angka ODDP melonjak hingga dua kali lipat.

Proect Manager Kesehatan Jiwa Masyarakat, Pusat rehabilitasi YAKKUM Siswaningtyas mengatakan meski belum mendapatkan data yang pasti dari Provinsi, namun berdasarkan komunikasi dengan Dinas Kesehatan di Kabupaten/Kota, angka ODDP melonjak dua kali lipat akibat pandemi. Banyak masyarakat tertekan psikologisnya selama pandemi.

"Kami melakukan pendampingan di 3 Kabupaten yaitu Sleman, Kulonprogo dan Gunungkidul. Semuanya melonjak," kata dia saat mendampingi proses swabantu ODDP di Telaga Jonge, Selasa (21/6/2022)

Selama pandemi, pihaknya membuka konseling secara online dan memang sebagian besar yang memanfaatkan layanan ini mengaku tertekan secara psikologis. Mereka tertekan dengan ketidakpastian kapan pandemi Covid-19 akan berakhir.

Bahkan, di Kulonprogo ada kecenderungan peningkatan stres dari warga yang lahan mereka tergusur Bandara YIA. Di mana mereka tidak siap mental ketika dari yang sebelumnya tidak memiliki apa-apa kemudian mendapatkan uang banyak dan akhirnya perlahan-lahan uangnya habis.

"Mental mereka belum siap sehingga banyak yang tertekan," kata dia.

Secara rutin Pusat Rehabilitasi YAKKUM yang bekerja sama dengan Desa, Kader, Puskesmas memfasilitasi Kelompok Swabantu (Self Helf Grup). Kegiatan ini bertujuan untuk mendukung ODDP dan pendamping dalam meningkatkan pentingnya dukungan sosial serta memotivasi keluarga dan masyarakat sekitar.

Hal ini sangat penting dalam peningkatan perawatan yang intensif untuk ODDP. Karena dukungan sosial keluarga memiliki pengaruh kepada keluarga yang meliputi pekerjaan/ aktivitas, emosi dan sosial serta pengaruh terhadap Orang Dengan Disabilitas Psikososial meliputi kemandirian, keterampilan sosial, aktivitas dan emosi.

Melalui Kelompok Swabantu pengelolaan diri dan melatih komunikasi ini harapannya ODDP (Orang Dengan Disabilitas Psikosial) dan keluarga dapat terbiasa mengkomunikasikan kebutuhan dan tanpa canggung menceritakan tentang keadaan yang dialami.

"Pengelolaan diri yang akan dilakukan dalam kelompok swabantu ini adalah melalui gerak fisik, melatih keseimbangan melalui senam bersama/gerak fisik, pengelolaan emosi dan kesabaran," papar dia.

Untuk kegiatan kali ini, puluhan ODDP gabungan untuk 4 desa antara lain Desa Mulo, Karangrejek, Duwet, dan Siraman bersama-sama melaksanakan Kelompok Swabantu di Telaga Jonge. Kegiatan ini juga melibatkan keluarga penderita ODDP.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini