Share

Gempa M 6,1 Tewaskan Setidaknya 130 Orang di Afghanistan

Rahman Asmardika, Okezone · Rabu 22 Juni 2022 13:40 WIB
https: img.okezone.com content 2022 06 22 18 2616027 gempa-m-6-1-tewaskan-setidaknya-130-orang-di-afghanistan-cUaoF3G6Bc.jpg Peta gempa magnitudo 6,1 yang mengguncang Afghanistan dan Pakistan, 22 Juni 2022. (Foto: USGS via Reuters)

KABUL - Gempa bumi berkekuatan 6,1 SR menewaskan setidaknya 130 orang di Afghanistan pada Rabu (22/6/2022) pagi, kata seorang pejabat, seraya menambahkan bahwa setidaknya 250 orang terluka. Pemeriksaan sedang dilakukan untuk melihat apakah jumlah korban mungkin bertambah.

Gempa itu terjadi sekira 44 km dari Kota Khost, dekat perbatasan Pakistan, pada kedalaman 51 km, kata Survei Geologi Amerika Serikat (USGS) yang dilansir Reuters.

BACA JUGA: Gempa M 6,1 Guncang Afghanistan dan Pakistan, Getaran Terasa Sampai India 

"Goncangan kuat dan panjang," seorang penduduk ibukota Afghanistan, Kabul, memposting di situs European Mediterranean Seismological Center (EMSC).

"Itu kuat," kata seorang penduduk kota Peshawar, Pakistan barat laut.

Getaran dirasakan oleh sekira 119 juta orang di Pakistan, Afghanistan dan India, kata EMSC di Twitter.

Foto-foto di media Afghanistan menunjukkan rumah-rumah menjadi puing-puing.

Kepala Kementerian Bencana Alam Pemerintahan Taliban, Mohammad Nassim Haqqani, mengatakan sebagian besar kematian terjadi di Provinsi Paktika, di mana 100 orang tewas dan 250 lainnya terluka.

Sebanyak 25 orang lainnya tewas di Khost dan lima di Provinsi Nangarhar, katanya, seraya menambahkan bahwa penyelidikan sedang dilakukan untuk menentukan apakah ada lebih banyak korban.

Tidak ada laporan segera mengenai kerusakan atau korban di Pakistan.

Bencana itu terjadi ketika Afghanistan telah mengalami krisis ekonomi yang parah sejak Taliban mengambil alih Agustus, ketika pasukan internasional pimpinan Amerika Serikat ditarik setelah dua dekade perang.

Menanggapi pengambilalihan Taliban, banyak pemerintah telah menjatuhkan sanksi pada sektor perbankan Afghanistan dan memotong bantuan pembangunan senilai miliaran dolar.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini