Share

Gempa M6,1 Guncang Afghanistan, 280 Orang Meninggal dan Ratusan Terluka

Susi Susanti, Okezone · Rabu 22 Juni 2022 14:29 WIB
https: img.okezone.com content 2022 06 22 18 2616086 gempa-m6-1-guncang-afghanistan-280-orang-meninggal-dan-ratusan-terluka-T14hbY37hZ.jpg Gempa M6,1 guncang Afghanistan (Foto: Ariana News)

KABUL – Jumlah korban tewas akibat gempa bumi berkekuatan 6,1 SR di Afghanistan terus bertambah. Pejabat mengatakan tercatat sekitar 280 orang meninggal akibat gempat di Afghanistan pada Rabu (22/6/2022) pagi.

Pejabat setempat mengatakan ratusan orang terluka dan jumlah korban kemungkinan akan bertambah ketika informasi mengalir dari desa-desa pegunungan terpencil.

Survei Geologi AS (USGC) menyatakan gempa itu terjadi sekitar 44 km (27 mil) dari kota Khost, dekat perbatasan Pakistan.

"Goncangan kuat dan panjang," seorang penduduk ibukota Afghanistan, Kabul, memposting di situs European Mediterranean Seismological Center (EMSC).

"Itu kuat," kata seorang penduduk kota Peshawar, Pakistan barat laut.

 Baca juga: Gempa M 6,1 Tewaskan Setidaknya 130 Orang di Afghanistan

Foto-foto di media Afghanistan menunjukkan rumah-rumah menjadi puing-puing dan mayat-mayat ditutupi selimut di tanah.

Baca juga:  Gempa M 6,1 Guncang Afghanistan dan Pakistan, Getaran Terasa Sampai India

EMSC menempatkan besarnya pada 6,1 meskipun USGC mengatakan itu 5,9.

Pejabat kementerian dalam negeri Salahuddin Ayubi mengatakan sebagian besar kematian yang dikonfirmasi berada di provinsi Paktika, Afghanistan timur, di mana 255 orang tewas dan lebih dari 200 terluka.

Dia menjelaskan di provinsi Khost, 25 orang tewas dan 90 dibawa ke rumah sakit.

"Jumlah korban tewas kemungkinan akan meningkat karena beberapa desa berada di daerah terpencil di pegunungan dan akan membutuhkan waktu untuk mengumpulkan rinciannya," katanya.

Pihak berwenang telah meluncurkan operasi penyelamatan dan helikopter digunakan untuk menjangkau yang terluka dan mengambil pasokan medis dan makanan.

EMSC di Twitter mengatakan getaran gempa terasa oleh sekitar 119 juta orang di Pakistan, Afghanistan dan India.

Tidak ada laporan segera mengenai kerusakan atau korban di Pakistan.

Bencana itu terjadi ketika Afghanistan telah mengalami krisis ekonomi yang parah sejak Taliban mengambil alih Agustus, ketika pasukan internasional pimpinan AS ditarik setelah dua dekade perang.

Menanggapi pengambilalihan Taliban, banyak pemerintah telah menjatuhkan sanksi pada sektor perbankan Afghanistan dan memotong bantuan pembangunan senilai miliaran dolar.

Bantuan kemanusiaan terus berlanjut dan badan-badan internasional seperti Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) beroperasi di negara tersebut.

Seorang juru bicara kementerian luar negeri Afghanistan mengatakan mereka akan menyambut bantuan dari organisasi internasional manapun.

Sebagian besar Asia selatan aktif secara seismik karena lempeng tektonik yang dikenal sebagai lempeng India mendorong utara ke lempeng Eurasia.

Pada 2015, gempa bumi melanda timur laut Afghanistan yang terpencil, menewaskan beberapa ratus orang di Afghanistan dan Pakistan utara di dekatnya.

1
3

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini