Share

Gempa M6,1 Guncang Afghanistan, Korban Meninggal Tembus 1.000 Orang dan Diperkirakan Akan Bertambah

Tim Okezone, Okezone · Jum'at 24 Juni 2022 07:05 WIB
https: img.okezone.com content 2022 06 23 18 2616908 gempa-m6-1-guncang-afghanistan-korban-meninggal-tembus-1-000-orang-dan-diperkirakan-akan-bertambah-jAkZV1Ux3M.jpg Gempa bumi magnitudo 6.1 mengguncang Afghanistan (Foto: Bakhtar State News Agency)

KABULKorban meninggal akibat gempa berkekuatan magnitudo 6,1 yang mengguncang Afghanistan dan Pakistan pada Selasa (21/6/2022) malam diperkirakan akan terus bertambah.

Pejabat manajemen bencana mengatakan korban tewas akibat gempa bumi di Afghanistan pada Rabu (22/6/2022) telah menembus 1.000 orang dan lebih dari 600 orang terluka. Jumlah itu diperkirakan akan bertambah seiring informasi mengalir dari desa-desa pegunungan terpencil.

Foto-foto yang beredar di media menunjukkan rumah-rumah menjadi puing-puing dan mayat-mayat yang terbungkus selimut tergeletak di tanah setelah gempa berkekuatan 6,1 skala Richter mengguncang Afghanistan dan Pakistan pada Selasa (21/6/2022) malam.

Sejumlah orang yang jumlahnya tidak diketahui masih terjebak di bawah puing-puing dan di daerah-daerah terpencil, kata pekerja kesehatan dan bantuan yang dilansir Reuters. Operasi penyelamatan diperumit oleh kondisi sulit termasuk hujan lebat, tanah longsor dan banyak desa terletak di daerah lereng bukit yang tidak dapat diakses.

Baca juga:  1.000 Orang Meninggal Akibat Gempa M6,1 Afghanistan, MUI Ajak Masyarakat Panjatkan Doa

"Banyak orang masih terkubur di bawah tanah. Tim penyelamat Imarah Islam telah tiba dan dengan bantuan penduduk setempat berusaha mengeluarkan korban tewas dan luka-luka," kata seorang petugas kesehatan di sebuah rumah sakit di Provinsi Paktika yang dilanda gempa.

Baca juga:  Paus Angkat Bicara Tentang Gempa Afghanistan, Pembunuhan Pastor hingga Perang Ukraina

Operasi penyelamatan akan menjadi ujian besar bagi pemerintahan Taliban yang mengambil alih kekuasaan di Afghanistan tahun lalu. Saat ini Kementerian pertahanan yang dipimpin Taliban memimpin upaya penyelamatan.

Kantor kemanusiaan PBB mengatakan pihaknya mengerahkan tim kesehatan medis dan menyediakan pasokan medis.

Pejabat kementerian dalam negeri Salahuddin Ayubi mengatakan jumlah korban tewas kemungkinan akan meningkat karena beberapa desa berada di daerah terpencil di pegunungan dan akan membutuhkan waktu untuk mengumpulkan rincian korban dari wilayah tersebut.

Gempa ini adalah yang paling mematikan di Afghanistan sejak 2002. Survei Geologi Amerika Serikat (USGS) mengatakan gempa terjadi sekira 44 km dari kota tenggara Khost, dekat perbatasan dengan Pakistan.

Guncangan dirasakan oleh sekira 119 juta orang di Pakistan, Afghanistan dan India, kata Pusat Seismologi Eropa-Mediterania (EMSC) di Twitter, tetapi tidak ada laporan segera mengenai kerusakan atau korban di Pakistan.

EMSC menyatakan gempa berkekuatan 6,1 skala Richter, meskipun USGS mengatakan gempa itu berkekuatan 5,9.

Pakar bencana dan pekerja kemanusiaan mengatakan daerah perbukitan miskin yang dilanda gempa sangat rentan, dengan tanah longsor dan rumah-rumah yang dibangun dengan buruk menambah kerusakan yang meluas.

"Kami semua tidur di rumah... dan ruangan itu menimpa kami," kata Gul Faraz saat menerima perawatan luka bersama istri dan anak-anaknya di sebuah rumah sakit di Paktika. Beberapa anggota keluarga telah terbunuh, katanya.

"Semua rumah di daerah kami hancur, tidak hanya satu, tetapi seluruh wilayah telah hancur."

Sebagian besar kematian yang dikonfirmasi berada di provinsi timur Paktika, di mana 255 orang tewas dan lebih dari 200 terluka, kata Ayubi. Di Provinsi Khost, 25 orang meninggal dan 90 orang dibawa ke rumah sakit.

Menambah tantangan bagi pihak berwenang Afghanistan adalah banjir baru-baru ini di banyak daerah, yang telah memblokir jalan raya.

Afghanistan juga bergulat dengan krisis ekonomi yang parah. Menanggapi pengambilalihan Taliban tahun lalu, banyak negara memberlakukan sanksi pada sektor perbankan Afghanistan dan memotong miliaran dolar dalam bantuan pembangunan.

Namun, bantuan kemanusiaan terus berlanjut dari badan-badan internasional seperti Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB).

Seorang juru bicara kementerian luar negeri mengatakan Taliban akan menyambut bantuan internasional.

Sekretaris Jenderal PBB Antonio Guterres mengatakan PBB sepenuhnya dimobilisasi, menilai kebutuhan dan memberikan dukungan awal.

"Kami mengandalkan masyarakat internasional untuk membantu mendukung ratusan keluarga yang terkena bencana terbaru ini. Sekarang saatnya untuk solidaritas," katanya dalam sebuah pernyataan yang dilansir Reuters.

Sebagian besar Asia Selatan aktif secara seismik karena lempeng tektonik yang dikenal sebagai lempeng India mendorong utara ke lempeng Eurasia. Baca selengkapnya

Pada 2015, gempa bumi melanda daerah terpencil Afghanistan timur laut, menewaskan beberapa ratus orang di Afghanistan dan Pakistan utara di dekatnya.

 Baca Selengkapnya: Korban Tewas Gempa Afghanistan Tembus 1.000 Orang, Diperkirakan Akan Bertambah

1
4

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini