Share

Mahathir: Malaysia Harus Bersyukur Indonesia Tidak Permasalahkan Lepasnya Sipadan dan Ligitan

Tim Okezone, Okezone · Kamis 23 Juni 2022 17:04 WIB
https: img.okezone.com content 2022 06 23 18 2616985 mahathir-malaysia-harus-bersyukur-indonesia-tidak-permasalahkan-lepasnya-sipadan-dan-ligitan-C48YsqBY32.jpg Mantan PM Malaysia Mahathir Mohamad (Foto: Astro Awani/YouTube)

MALAYSIAMantan Perdana Menteri 9PM) Mahathir Mohamad mengatakan Malaysia harus lebih bersyukur karena Indonesia tidak mempermasalahkan lepasnya kedua pulau yang berada di Kalimantan itu.

"Sungguh, kita tidak bersyukur atas apa yang kita dapat," tuturnya.

Dia mengatakan Malaysia patut bersyukur mendapatkan Sipadan dan Ligitan karena Kedua pulau itu jauh lebih besar daripada Batu Puteh.

"Kita patut bersyukur Mahkamah Internasional (ICJ) memberikan Pulau Ligitan dan Sipadan kepada kita yang jauh lebih berharga daripada Pulau Batu Puteh, yang hanya berupa batu yang tersingkap,” ujarnya.

Sebelumya Mahathir mengatakan bahwa Singapura pernah dimiliki oleh Johor dan negara bagian Johor harus menuntut agar Singapura dikembalikan ke sana dan ke Malaysia.

Baca juga: Mantan PM Mahathir: Malaysia Harus Mengklaim Singapura dan Kepulauan Riau

Tun Dr Mahathir juga mengatakan pemerintah Malaysia menganggap lebih berharga bahwa mereka memenangkan kendali atas pulau Sipadan dan Ligitan di lepas Kalimantan melawan Indonesia di ICJ, sambil menyerahkan sepotong batu "seukuran meja - Pedra Branca - ke Singapura.

Baca juga: Klaim Kepri Milik Malaysia, Mahathir Diminta Belajar soal Kedaulatan Negara

“Seharusnya kita tidak hanya menuntut agar Pedra Branca, atau Pulau Batu Puteh, dikembalikan kepada kita, kita juga harus menuntut Singapura dan Kepulauan Riau, karena mereka adalah Tanah Melayu,” tambahnya yang disambut tepuk tangan meriah dari para hadirin.

Pulau Batu Puteh, Batu Putih, atau dalam bahasa Portugis Pedra Branca berada di titik pertemuan Selat Singapura dengan Laut China Selatan. Pulau tempat mercusuar Horsburgh itu dibangun pada 1851 oleh pemerintah Inggris atas izin Sultan Johor ketika itu. Pulau itu awalnya berada di bawah kekuaaan Singapura selama lebih dari 1 abad sampai pada 21 Desember 1979 Malaysia menerbitkan peta yang menunjukkan Batu Puteh sebagai wilayahnya.

Pulau tersebut sempat menjadi wilayah sengketa selama kurang lebih 29 tahun, hingga ICJ memutuskan pulau tersebut milik Singapura berdasarkan pertimbangan efektivitas pada 23 Mei 2008.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini