Share

Ngeri, Gadis 14 Tahun Dijual Pacarnya ke Pria Hidung Belang

Dzulfikar Ash, iNews · Kamis 23 Juni 2022 23:29 WIB
https: img.okezone.com content 2022 06 23 340 2617175 ngeri-gadis-14-tahun-dijual-pacarnya-ke-pria-hidung-belang-xlImPl3fEz.jpg Illustrasi (foto: dok Okezone)

SAMARINDA - Gadis 14 tahun asal Samarinda menjadi korban perdagangan anak, dan ternyata sang pacar yang memasarkan korban melalui aplikasi sosial, untuk pemuas lelaki hidung belang di kota samarinda.

Kasus ini terkuak setelah petugas kepolisian mencurigai ke dua pelaku yakni GN (17) dan RD (24), pada saat itu kedua pelaku bersama korban, yang tinggal di sebuah indekos di jalan Lambung Mangkurat Kelurahan Sungai dalam Samarinda, akhirnya kedua pelaku bersama korban pada Selasa 21 Juni 2022 pukul 10.30 WIB.

 BACA JUGA:Tunggu PSK di Lobi Hotel, Muncikari Ini Ditangkap Polisi

Kapolsek Sungai Pinang, AKP Noordhianto menjelaskan kejadian penangkapan ke dua pelaku penjualan anak 14 tahun di bawah umur, pelaku mengaku menjual anak tersebut melalui akun aplikasi MiChat.

“Kedua pelaku mempunyai peran masing-masing, RD bertugas memacari korban, sementara pelaku satunya memasarkan korban melalui aplikasi MiChat,” terang Noor sapaan akrab Noordhianto, Kamis (23/6/2022).

 BACA JUGA:Hendak Ngamar dengan PSK, Pria Ini Malah Tewas Duluan Usai Minum Obat Kuat

Cara pelaku beraksi yakni RD memacari korban, lalu membujuk korban dengan rayuan, sehingga korban dijual ke pria hidung belang, sementara itu GN tugasnya membuat aplikasi MiChat untuk mencari pelanggan.

“Nanti yang menentukan lokasi pertemuan antara korban dengan pria hidung belang ini tersangka yang tentukan,” bebernya.

“Korban dijajakan oleh pelaku sekitar satu bulanan ini Juni 2022,” terangnya.

Hingga saat ini pihak kepolisian masih terus mendalami kasus penjualan anak di bawah umur ini. Karena tidak menutup kemungkinan adanya korban lain yang juga dijual oleh pelaku ini.

Tersangka mengaku, telah menerima 10 pelanggan selama aksinya. Uang yang didapat dari hasil menjual korban habis untuk kebutuhan sehari-hari.

“Saat ini masih satu korban, kami masih lakukan pengembangan, tidak menutup kemungkinan ada korban lain,” ujarnya.

Sementara itu, gadis 14 tahun tersebut di tangani oleh oleh pihak keluarganya untuk di bawa ke pisikolog di Kutai Timur, karena mengalami depresi akibat kejadian tersebut.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini