Share

Suryanto, Pria yang Mengajak Anak Istri Bunuh Diri Sempat Beli Bunga dan Kemenyan

Erfan Erlin, iNews · Kamis 23 Juni 2022 13:55 WIB
https: img.okezone.com content 2022 06 23 510 2616788 suryanto-pria-yang-mengajak-anak-istri-bunuh-diri-sempat-beli-bunga-dan-kemenyan-reip6v9IzY.jpg Ilustrasi/ Foto: Okezone

YOGYAKARTA - Aksi bunuh diri yang dilakukan Suryanto (30) warga Gondosuli, Kalurahan Sriharjo Kapanewon Imogiri Bantul menggegerkan warga sekitar lokasi kejadian. Sebab Suryanto sempat mengajak anak dan istrinya bunuh diri.

Rabu (23/6/2022) sore, Jasad Suryanto telah dimakamkan di tanah kelahirannya di Dusun Legundi Kalurahan Girimulyo Kapanewon Panggang Gunungkidul. Misteri penyebab Suryanto nekat bunuh diri belum juga terungkap.

Sebab, nenek Suryanto yang bernama Tumijah (64) mengaku tidak ada firasat buruk apapun sebelum Suryanto bunuh diri. Bahkan Suryanto selama ini dikenal sebagai orang yang baik dan suka menolong orang lain.

"Artinya tidak memiliki salah apapun sama keluarga, biasa saja. Sama istri gemati (perhatian) juga dengan semua juga gemati," terang dia, Kamis (23/6/2022).

Tumijah mengatakan sehari-hari perilaku yang bersangkutan sangat baik dan sangat dekat dengan keluarga. Bapak satu anak tersebut sangat perhatian terhadap keluarga.

Sebelum nekat bunuh diri di Imogiri Bantul, Suryanto memang berada di Dusun Legundi Kalurahan Girimulyo Kapanewon Panggang Gunungkidul, tanah kelahirannya. Selasa siang, Suryanti pamit mau pulang ke kontrakan di Bantul.

"Dia pamit ke saya, katanya mau mancing," terang dia.

Selama berada di Legundi, Tumijah mengungkapkan jika Suryanto tidak menunjukan perilaku yang aneh. Hanya saja, di hari terakhir tersebut Suryanto sudah membeli bunga tabur dan kemenyan.

Hari itu, Suryanto ingin ziarah ke kuburan bapaknya namun urung dilakukan sehingga dibuang begitu saja. Suryanto memang memiliki kebiasaan berziarah ke makam bapaknya di hari-hari tertentu.

Meski tidak ada perilaku aneh selama berada di Legundi, namun Tumijah memang mengaku agak kaget. Karena ketika datang, Suryanto senyum-senyum dan saat ditanya alasannya, almarhum hanya mengaku bahagia.

"kok senyum-senyum, jawabannya seneng (saja) mbah," kata dia.

Bahkan ketika datang, Suryanto tiba-tiba langsung masuk ke kamar mendatangi dirinya dan bersimpuh di depannya. Setelah itu Tumijah meminta Suryanto untuk berdiri dan seketika itu dia langsung memeluk dan menciuminya.

Tumijah mengungkapkan setiap kali Suryanto hendak pulang ke kontrakan selalu salaman dan cium tangan. Dan sebelumnya memang tidak ada firasat apa-apa berkaitan dengan perilaku dari Suryanto sebelum berbuat nekat.

Suryanto selama ini juga dikenal pendiam dan bahkan cenderung tidak memiliki suara. Suryanto hanya bekerja sebagai buruh bangunan. Tumijah juga mengakui bahwa cucunya mengikuti aliran tertentu. Cucunya sering diminta bantuan untuk 'menyembuhkan' orang lain yang sedang sakit.

"Lha nek (kalau) dimintai tolong menyembuhkan, pasti ditolong," kata dia.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini