Share

Berkas Lengkap, 8 Tersangka Kerangkeng Manusia Bupati Langkat Diserahkan ke Kejaksaan

Wahyudi Aulia Siregar, Okezone · Kamis 23 Juni 2022 21:42 WIB
https: img.okezone.com content 2022 06 23 608 2617173 berkas-lengkap-8-tersangka-kerangkeng-manusia-bupati-langkat-diserahkan-ke-kejaksaan-JR5Opck6Ey.jpg Tersangka kasus kerangkeng Bupati Langkat (foto: dok Kejaksaan)

LANGKAT - Sebanyak delapan orang tersangka dalam kasus dugaan tindak pidana perdagangan orang (TPPO) pada praktik Kerangkeng Manusia Bupati Langkat, diserahkan ke pihak Kejaksaan. Mereka adalah DP dan HS, IS, TS, RG, JS, HG, serta SP.

Penyerahan dilakukan oleh penyidik Direktorat Reserse Kriminal Umum Polda Sumut kepada tim Jaksa Kejaksaan Negeri Langkat, Kamis (23/6/2022).

 BACA JUGA:Kasus Kerangkeng Manusia Bupati Langkat, 5 Prajurit TNI Ditahan

Kepala Bidang Hubungan Masyarakat Polda Sumatera Utara, Kombes Hadi Wahyudi mengatakan, penyerahan ini merupakan pelimpahan tahap kedua (P22) atas kasus itu. Sebelumnya berkas atas kasus tersebut sudah dinyatakan lengkap oleh pihak Kejaksaan.

“Hari ini para tersangka diserahkan ke Jaksa atau P22,” kata Hadi.

 BACA JUGA:Korban Kerangkeng Manusia di Langkat Diintimidasi, Panglima TNI Turun Tangan

Selain delapan tersangka, penyidik juga menyerahkan sejumlah barang bukti yang disita Polisi dalam kasus itu.

Di antaranya selang warna hijau muda, selang warna kuning, selembar surat pernyataan Sariadi Ginting, selang warna oranye, kursi panjang terbuat dari kayu, kain motif batik, gayung warna oranye dan tikar plastik. Kemudian 1 unit mobil Toyota Avanza hitam, 1 unit mobil double cabin Hilux putih BK 8888 XL, 535 lembar surat peryataan, 2 cangkul, 1 sekop, 2 sendok semen, 2 timba dan sepasang sepatu bot.

Sementara untuk 1 tersangka lagi, yakni Bupati Langkat non aktif Terbit Rencana Peranginangin, belum diserahkan. Pasalnya, sampai saat ini penyidik masih melakukan proses pemeriksaan terhadap tersangka.

"Berkasnya terpisah. Belum selesai karena penyidik masih melakukan pemeriksaan. Kita juga terus berkordinasi dengan KPK, karena yang bersangkutan masih di tahan KPK sampai saat ini," jelas Hadi.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini