Share

Pria yang Mencuri Demi Biaya Sekolah Anak Dimaafkan Korban, Bahkan Diizinkan Kembali Bekerja

Erfan Erlin, iNews · Jum'at 24 Juni 2022 20:59 WIB
https: img.okezone.com content 2022 06 24 510 2617802 pria-yang-mencuri-demi-biaya-sekolah-anak-dimaafkan-korban-bahkan-diizinkan-kembali-bekerja-fH0vjExhp3.JPG Proses haru restorative justice (Foto: Kejari Yogyakarta)

YOGYAKARTA - Kisah haru muncul dari proses hukum kasus pencurian yang dilakukan oleh warga Yogyakarta. Pelaku pelanggaran pasal 362 KUHP yang bernama BM akhirnya dimaafkan oleh korban Sie Bik Ngiok. Kasusnya dihentikan melalui proses Restorative Justice.

Tak hanya itu, lelaki yang sudah berumur tersebut diperkenankan kembali bekerja di perusahaan yang dimiliki oleh korban. BM memang melakukan pencurian di tempatnya bekerja selama belasan tahun tersebut.

Kisah tersebut dibagikan oleh akun instagram @kejariyogyakarta Kepala Kejaksaan Negeri Yogyakarta melaksanakan penghentian penuntutan terhadap kasus dugaan pencurian dengan terdakwa BM. Penghentian kasus yang membelit warga Suryowijayan, Kelurahan Gedongkiwo, Mantrijeron, Kota Yogyakarta ini dilakukan melalui restorative justice.

Diketahui, BM terpaksa mencuri di perusahaan tempatnya bekerja untuk biaya anak sekolah dan keperluan pengobatan dirinya.

Penghentian penuntutan atau restorative justice telah mendapat persetujuan dari Jaksa Agung RI. Antara lain, Jaksa Agung Muda Tindak Pidana Umum, Direktur Oharda pada JAM Pidum, Kepala Kejaksaan Tinggi DIY, Asisten Tindak Pidana Umum pada Kejati DIY, dan Jaksa Fungsional yang menangani perkara tersebut pada Selasa, 7 Juni 2022.

Sebagai bahan pertimbangan menghentikan penuntutan perkara ini adalah tersangka baru kali pertama melakukan tindak pidana dan tindak pidana yang dilakukan diancam dengan pidana penjara lima tahun sesuai Perja Nomor 5 Tahun 2020

Baca Juga: KKP Pastikan Proses Hukum Pelaku Perdagangan Sirip Hiu Ilegal di Sulawesi Tenggara

Selain itu, penghentian ini sesuai dengan kerangka pikir tujuan restorative justice. Yakni, korban merasa kasihan dengan kehidupan keluarga terdakwa dan menghendaki adanya perdamaian dan korban sudah memaafkan perbuatan tersangka.

Sehingga, upaya perdamaian dapat dilaksanakan. Selain itu, korban atas kesadaran sendiri tanpa adanya tekanan atau paksaan dari pihak manapun dan korban sangat menghendaki perdamaian dengan tersangka. Berikutnya, korban merasa tidak ada kerugian karena barang yang dicuri oleh tersangka telah ditemukan, sehingga korban menghendaki perdamaian tanpa syarat

Sebelumnya korban telah sepakat melakukan perdamaian tanpa syarat dengan disertai adanya kesepakatan perdamaian diatas materai perdamaian antara terdakwa dan saksi korban pada Selasa tanggal 24 Mei 2022 bertempat di Pendopo Restorative Justice di Kemantren Kotagede Yogyakarta dengan disaksikan tokoh masyarakat dan Kepala Kemantren Kota Gede

unggahan tersebut juga melampirkan video bagaiaman suasana usai restorative justice dilakukan ditandai dengan sujud syukur BM dan pelukan antara BM dengan korban, Sie Bik Ngiok. Postingan ini mengundang beragam komentar dari warganet dan juga dibagikan oleh pemilik akun instagram @berbagaisemangat

@fildadarayanii menulis "Nangis bangetttt, panjang umur dan hal hal baik"

@bettygumelar : "YaAllah perjuangan seorang ayah demi keluarganya is3 sampai nekat saking bingungnya . Terimakasih orang2 baik atas hatinya'

Dari informasi yang berhasil dikumpulkan menyebutkan, Sie Bik Ngiok merasa kasihan dengan kehidupan keluarga terdakwa dan menyetujui perdamaian serta telah memaafkan perbuatan pelaku. Oleh karenanya, Tanpa adanya tekanan dari mana pun, korban merasa perlu menghentikan tuntutan karena tidak ada kerugian.

Barang bukti berupa 3 alat pelontar pita, 2 alat semburan api, 3 gulung kabel listrik dan 1 buah kotak kontrol pematik api yang dicuri telah dikembalikan BM kepada korban.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini