Share

Pengasuh Ponpes di Banyuwangi Diduga Cabuli 5 Santriwati

Avirista Midaada, Okezone · Jum'at 24 Juni 2022 08:24 WIB
https: img.okezone.com content 2022 06 24 519 2617274 pengasuh-ponpes-di-banyuwangi-diduga-cabuli-5-santriwati-zcGTLHqn9N.jpg Pengasuh ponpes di Banyuwangi diduga cabuli 5 santri. (Ilustrasi/Freepik)

BANYUWANGI - Lima santriwati di Banyuwangi, Jawa Timur, diduga menjadi korban pencabulan. Kelimanya diduga menjadi korban pencabulan oleh seorang pengasuh pondok pesantren (ponpes) yang ada di Kecamatan Singojuruh, Kabupaten Banyuwangi.

Dari informasi yang dihimpun, kelimanya telah melaporkan kasus dugaan pencabulan yang dilakukan pria berinisial Fz ke Polresta Banyuwangi. Fz yang diduga juga mantan anggota DPRD Kabupaten Banyuwangi ini dilaporkan lima santriwatinya sejak seminggu lalu.

Kasat Reskrim Kompol Agus Sobarnapraja membenarkan adanya pelaporan dugaan tindak pidana persetubuhan dan pencabulan tersebut. Pada keterangannya, Agus menyebut ada lima santriwati masih berusia di bawah umur yang mengaku jadi korban pencabulan Fz.

"Sementara yang melapor masih satu orang santriwati," kata Kompol Agus, saat dikonfirmasi MPI, pada Jumat pagi (24/6/2022).

Sesuai keterangan para santri tindakan pencabulan tersebut diduga dilakukan di luar jam pelajaran aktif sekolah. Saat itu masing-masing santriwati diduga dipanggil Fz.

"Mereka pelajar aktif di lembaga pendidikan tersebut. Sementara dari pengakuan mereka, pencabulan dilakukan di luar jam aktif sekolah. Dipanggil kemudian dicabuli," ucapnya.

Sejauh ini pihak kepolisian, disebut Agus, telah meningkatkan status ke tahap penyidikan. Polisi telah memeriksa sebanyak delapan santriwati untuk dijadikan saksi.

"Polisi masih mengumpulkan alat bukti untuk memperkuat kasus ini. Polisi juga telah mengantongi bukti visum dari rumah sakit," ujarnya.

Terkait kebenaran identitas terlapor adalah Fz pengasuh pondok sekaligus mantan DPRD Banyuwangi, Kompol Agus, masih belum berani bersuara.

"Masih kita dalami. Tentu siapapun itu pelakunya sepanjang alat buktinya cukup kita pasti proses sesuai ketentuan. Terlapor sudah kita kirim surat dan kita panggil pekan depan kita mintai keterangan," tuturnya.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini