Share

Serang hingga Lepaskan Busur ke Warga, 13 Remaja di Maros Ditangkap

Wahyu Rustandi, iNews · Jum'at 24 Juni 2022 11:02 WIB
https: img.okezone.com content 2022 06 24 609 2617369 serang-hingga-lepaskan-busur-ke-warga-13-remaja-di-maros-ditangkap-rdHxWG0oby.jpg Polres Maros menetapkan seorang pemuda yang membusur warga sebagai tersangka. (iNews/Wahyu Ruslan)

MAROS - Tim Jatanras Polres Maros bersama Polsek Mandai mengamankan 13 remaja terkait penyerangan yang terjadi beberapa hari lalu. Satu di antaranya ditetapkan sebagai tersangka karena memiliki busur.

Dari video amatir yang viral di media sosial (medsos), tampak salah satu pelaku pembusuran sempat menjadi bulan-bulanan warga yang emosi dengan aksi pembusuran yang dilakukan oleh sekelompok remaja tesebut. Saat itu mereka melakukan pembusuran sambil berkendara motor di Desa Tenrigangkae, Kecamatan Mandai, Kabupaten Maros, Sulawesi Selatan, pada Minggu (19/6/2022) lalu.

Dari penangkapan salah satu rekan pelaku ini, tim Jatanras Polres Maros bersama Polsek Mandai melakukan pengejaran. Petugas kemudian menangkap 12 remaja lainnya yang diduga terlibat dalam perkelahian itu.

Dalam kejadian itu, seorang warga bernama Rusdiansyah (20) menjadi korban pembusuran. Warga Desa Tenrigangkae, Kecamatan Mandai, Maros, terluka di bagian kaki kiri karena tertancap satu anak panah busur.

Dari 13 remaja yang diamankan, satu di antaranya ditetapkan sebagai tersangka. Erwin Syam (19), warga asal Kelurahan Pai, Kecamatan Biringkanaya, Makassar, Sulawesi Selatan, ini merupakan eksekutor pembusuran. Ia juga pemilik ketapel dan anak panah.

Sebagaimana diketahui, insiden perkelahian dan pembusuran ini berawal ketika pelaku bersama rekannya mengendarai lima sepeda motor berboncengan melintas di jalan Desa Tenrigangkae, Mandai, usai mengantar pulang salah satu rekannya yang berada di Kecamatan Tanralili, Maros.

Namun saat melintas di depan pos kamling, warga sekitar menegur rombongan sepeda motor tersebut. Para pelaku ini tidak terima lalu menyerang warga hingga terjadi pembusuran yang membuat satu warga terkena anak panah.

Sementara itu, menurut Kapolres Maros, AKBP Fatur Rahman, motif dari penyerangan itu karena salah paham. Ia menjelaskan, pada Kamis (23/6/2022), korban menegur pelaku yang saat itu bersama rekan-rekannya mengendarai lima sepeda motor yang baru pulang usai mengantar rekan. Karena tak terima ditegur, korban lalu diserang oleh para pelaku hingga berujung perkelahian dan pembusuran terhadap korban.

Selain menetapkan satu orang tersangka dalam aksi pembusuran ini, polisi menyita sejumlah barang bukti berupa 3 anak panah busur beserta pelontarnya.

Kini tersangka juga terancam dijerat Pasal 2 ayat 1 Undang-Undang Nomor 12 Tahun 1951 junto Pasal 351 KUHP dengan ancaman 11 tahun penjara.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini