Share

Mabuk, Pria di Jepang Kehilangan USB Berisi Data Pribadi Penduduk Satu Kota

Rahman Asmardika, Okezone · Sabtu 25 Juni 2022 14:40 WIB
https: img.okezone.com content 2022 06 25 18 2618098 mabuk-pria-di-jepang-kehilangan-usb-berisi-data-pribadi-penduduk-satu-kota-54bhCI5AxJ.jpg ilustrasi.

TOKYO - Bagi banyak orang di Jepang, acara minum-minum setelah bekerja adalah cara umum untuk bersantai setelah minggu yang sibuk. Namun, seorang pegawai di Kota Amagasaki, acara itu menjadi bencana berkepanjangan setelah dia kehilangan sebuah stik memori atau USB berisi data pribadi hampir setengah juta orang usai acara minum-minum dengan rekan kerjanya.

Pria yang tidak disebutkan namanya itu memasukkan stik memori penting tersebut ke dalam tasnya sebelum minum-minum di malam hari di kota yang terletal di barat laut Osaka.

Dia menghabiskan beberapa jam minum di restoran lokal sebelum akhirnya pingsan di jalan, menurut laporan media lokal yang dilansir BBC.

Ketika dia akhirnya sadar, dia melihat bahwa tas dan memory sticknya hilang.

Penyiar Jepang NHK melaporkan bahwa pria itu, dikatakan berusia 40-an, bekerja untuk sebuah perusahaan yang bertugas memberikan tunjangan kepada rumah tangga bebas pajak.

BACA JUGA: Gara-Gara Salah Transfer, Dana Bantuan Covid Senilai Rp5,2 Triliun Habis Dipakai Judi

Dia telah mentransfer informasi pribadi dari seluruh penduduk kota ke memori stik itu pada Selasa (21/6/2022) malam sebelum bertemu rekan untuk acara minum-minum malam di kota.

Pejabat kota mengatakan data dalam memori stik itu mencantumkan nama, tanggal lahir, dan alamat semua penduduk kota. Ini juga mencakup informasi yang lebih sensitif, termasuk rincian pajak, nomor rekening bank, dan informasi tentang keluarga yang menerima jaminan sosial.

Baca Juga: KKP Pastikan Proses Hukum Pelaku Perdagangan Sirip Hiu Ilegal di Sulawesi Tenggara

Beruntung bagi pria itu, pejabat kota mengatakan data yang terdapat pada drive dienkripsi dan dikunci dengan kata sandi. Mereka menambahkan bahwa sejauh ini belum ada tanda-tanda bahwa ada orang yang berusaha mengakses informasi tersebut.

Namun insiden memalukan itu memicu permintaan maaf dari pejabat, dengan walikota kota dan pemimpin lainnya membungkuk meminta maaf kepada penduduk.

"Kami sangat menyesal bahwa kami telah sangat merusak kepercayaan publik terhadap administrasi kota," kata seorang pejabat Kota Amagasaki pada konferensi pers.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini