Share

Buntut Tewasnya Tahanan yang Kabur, Polisi Periksa Lima Petugas Lapas Kelas IIA Lubuklinggau

Era Neizma Wedya, iNews · Selasa 28 Juni 2022 20:14 WIB
https: img.okezone.com content 2022 06 28 610 2619964 buntut-tewasnya-tahanan-yang-kabur-polisi-periksa-lima-petugas-lapas-kelas-iia-lubuklinggau-tCogtuL2uW.jpg Ilustrasi/ Foto: Okezone

LUBUKLINGGAU - Kasus tewasnya satu dari dua tahanan kabur dari Lapas berbuntut panjang, kini lima petugas Lapas Kelas II A Lubuklinggau diperiksa oleh Polres Lubuklinggau.

"Iya sementara ini kita periksa pegawai Lapasnya yang melakukan pengejaran sama yang piket malam. Ada sekitar lima orang," jelas Kapolres Lubuklinggau, AKBP Harissandi Selasa siang (28/6/2022).

 BACA JUGA:WHO: Kasus Cacar Monyet Global Tembus 3400

Ditambahkannya, saat ini untuk sementara yang diperiksa petugas piket saat kejadian.

Sedangkan menjawab pertanyaan wartawan soal adakah dugaan tindakan penganiayaan saat penangkapan di sawah terhadap salah satu napi yang kabur, ia mengaku bahwa itu bukan penganiayaan.

"Sebenarnya bukan penganiayaan itu. Namanya Lapas, ini kan nyari buronannya yang kabur, akhirnya dia melawan, melakukan perlawanan. Meskipun sudah terikat, tapi meronta, melawan," ujarnya.

 BACA JUGA:Lewati Rintangan Pertama Malaysia Open 2022, Apriyani Rahayu/Siti Fadia Ungkap Kunci Sukses Sikat Ganda Jerman

Sementara itu terkait dengan satu tahanan yang kabur meninggal dunia bernama Riki Sandi, Kapolres menjelaskan bahwa ada pendarahan otak. Itu diakibatkan tahanan tersebut diduga melompat dari plafon.

"Plafonnya sangat tinggi sekali, dia kena kepalanya, makanya dia sempar kabur, ditangkap naik sepeda motor, itu yang meninggal, almarhum (Riki)," katanya.

Baca Juga: Peringati Hari Lahir Pancasila, Pengawas KKP Lakukan Upacara Bawah Laut

Lebih lanjut, hasil pemeriksaan Dokter Rumah Sakit AR Bunda sementara telah menyampaikan bahwa ada pendarahan di otak. Dan pihaknya juga masih menunggu hasil visum.

 BACA JUGA:Dikira Tidur, Satpam Restoran di Bali Ditemukan Meninggal Dunia

"Hasil pemeriksaan Dokter AR Bunda, juga suadaranya almarhum Dokter juga dan menyampaikan bahwa ada pendarahan di otak. Itu karena akibat jatuh lompat dari plafon. Kalau posisi jatuhnya, awalnya dia lompat kena kepala," timpalnya.

Terpisah jenazah almarhum Riki Sandi, 35 tahun pada Selasa pagi (28/6/2022) telah dimakamkan keluarganya di tempat pemakaman umum daerah Siring Agung.

 BACA JUGA:3 Murid Diduga Dicabuli Guru Ngaji Sambil Nonton Film Porno

Almarhum diketahui merupakan tahanan kasus pencurian yang sudah menjalani tahanan selama 1 tahun 4 bulan. Dan berusaha kabur dengan seorang tahanan lain pada Minggu sore (26/6/2022).

Riki diinformasikan sempat jatuh dari atas plafon. Dan meninggal dunia di Rumah Sakit AR Bunda, Senin (27/6/2022).

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini