Share

Kemlu Tegaskan Informasi 149 Buruh Migran Meninggal di Malaysia Tidak Benar!

Muhammad Farhan, MNC Portal · Rabu 29 Juni 2022 21:31 WIB
https: img.okezone.com content 2022 06 29 18 2620685 kemlu-tegaskan-informasi-149-buruh-migran-meninggal-di-malaysia-tidak-benar-6TnAIQCbSh.jpg Ilustrasi (Foto : Okezone.com)

JAKARTA - Kementerian Luar Negeri (Kemlu) RI, menegaskan informasi yang dirilis oleh Koalisi Buruh Migran Berdaulat (KBMB) bahwa terdapat 149 buruh migran yang meninggal di lima Depot Tahanan Imigrasi (DTI) di Sabah, Malaysia, adalah tidak benar.

Data sebelumnya yang menginformasikan 149 orang meninggal dunia, adalah jumlah keseluruhan dari berbagai negara, bukan hanya dari Indonesia.

"149 orang seperti informasi sebelumnya yang dijelaskan, adalah jumlah seluruh deportan yang meninggal pada periode itu dari berbagai negara," tulis keterangan resmi yang dikutip dari situs resmi Kemlu, Rabu (29/6/2022).

"Kedutaan Besar Malaysia memohon maaf atas kekeliruan itu," sambung Kemlu.

Berdasarkan pertemuan dengan Pengarah Imigresen Wilayah Sabah dan Jabatan Kesihatan Negeri Sabah (JKNS) Malaysia, serta pertemuan virtual dengan KBMB, menemukan data WNI yang meninggal dunia di DTI Sabah pada tahun 2021 yakni sejumlah 18 orang. Kemudian pada periode Januari hingga Juni 2022 sejumlah 7 orang.

"Data tersebut sama dengan data yang dimiliki Perwakilan RI yang berisikan nama, dan penyebab kematian berdasarkan hasil pemeriksaan (post-mortem) dari otoritas rumah sakit setempat," tulis keterangan resmi itu.

Mayoritas kematian WNI tersebut disebabkan oleh keterlambatan pemulangan para deportan akibat pembatasan perjalanan selama pandemi. Untuk itu, Pemerintah RI melalui Kemenlu meminta proses pemulangan WNI yang menjadi deportan dapat segera dilakukan.

"Proses pemulangan lebih cepat karena risiko pandemi yang sudah rendah, atas biaya negara. Juga disampaikan agar kondisi detensi diperbaiki dari segi akses kesehatan dan fasilitas sanitasinya," lanjut rilis resmi Kemenlu tersebut.

Baca Juga: KKP Pastikan Proses Hukum Pelaku Perdagangan Sirip Hiu Ilegal di Sulawesi Tenggara

Sedangkan pada pertemuan dengan KBMB, Kemenlu juga memberikan akses data sebenarnya guna diperolehnya data rinci jumlah kematian deportan WNI yang sebenarnya.

"Dalam kaitan itu, KBMB akan melakukan klarifikasi kepada Kedubes Malaysia di Jakarta tentang data yang berbeda itu," jelas Kemenlu.

Di sisi lain, Konsulat Jenderal Republik Indonesia (KJRI) dan Konsulat RI (Konsulat RI) di Sabah akan melakukan intensitas kunjungan pada WNI deportan yang masih tertahan di Sabah, Malaysia.

"Intensitas kunjungan berupa pemantauan, bantuan logistik pakaian, makanan, obat-obatan, alat-alat kesehatan, dan tes PCR dalam proses pemulangan," tambah Kemenlu.

Saat ini Kemlu melalui Duta Besar RI untuk Malaysia di Kuala Lumpur akan mengunjungi Sabah guna melakukan langkah-langkah pemulangan deportan WNI yang tertahan di sana.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini