Share

Gaduh Promosi Miras, Holywings Sleman Akhirnya Juga Ditutup!

Erfan Erlin, iNews · Rabu 29 Juni 2022 16:26 WIB
https: img.okezone.com content 2022 06 29 510 2620497 gaduh-promosi-miras-holywings-sleman-akhirnya-juga-ditutup-MeFXpV4JmH.jpg Holywings Sleman tutup (Foto: Erfan Erlin)

SLEMAN - Pemerintah Kabupaten Sleman mengusulkan kepada pemerintah pusat untuk meninjau seluruh perizinan Holywings. Kendati demikian, hari ini Rabu (29/6/2022), melalui Sat Pol PP Sleman mereka resmi menutup Holywings.

Kepala DPMPTSP Sleman Retno Susiati menuturkan, dari yang diketahui Pemkab Sleman, Holywings mengajukan izin pendirian sebagai restoran, melalui OSS. Izin usaha Holywings lewat OSS merupakan kebijakan pemerintah pusat, sebagai tindak lanjut dari PP No.5/2001 tentang perizinan usaha berbasis risiko.

"Pemkab Sleman telah mengusulkan kepada pemerintah pusat untuk meninjau kembali izin usaha Holywings. Kewenangan kami hanya sebatas itu," tuturnya.

Selain adanya kegaduhan yang ditimbulkan kehadiran Holywings, Retno menyebut belum ada alasan lain yang menyebabkan Holywings disegel. Namun, sesuai yang disampaikan Kepala Sat Pol PP, pihaknya memakai peraturan daerah tentang ketentraman dan ketertiban umum.

Hari Rabu ini, Sat Pol PP Kabupaten Sleman akhirnya memutuskan menutup restoran Holywings di tepian Jalan Magelang, Sinduadi, Kapanewon Mlati, Kabupaten Sleman. Penutupan tersebut merupakan jawaban resmi tuntutan beberapa ormas belakangan ini.

Spanduk besar berlatar kuning dan tulisan kapital berwarna merah milik Pemkab Sleman telah menempel di pintu bangunan restoran waralaba itu. Mulai Rabu ini, operasional Holywings di Kabupaten Sleman resmi berhenti.

Baca Juga: Dukung Pengawasan Sumber Daya Kelautan dan Perikanan, Kabupaten Morowali Hibahkan Tanah ke KKP

Kepala Sat Pol PP Sleman Shavitri Nurmala mengungkap, penutupan Holywings menjadi jawaban Bupati Sleman terhadap surat yang dikirimkan oleh organisasi masyarakat, terkait beberapa hal. Eksekusi penutupan dan penyegelan Holywings ini dilakukan sebagai bentuk respon dari Pemkab Sleman.

"Kami menemukan adanya pelanggaran Perda Kabupaten Sleman Nomor 12 Tahun 2020 tentang Penyelenggaraan Ketentraman, Ketertiban Umum dan Perlindungan Masyarakat," ujar dia.

Sesuai tugas pokok dan fungsinya, maka Sat Pol PP lebih menekankan menindaklanjuti pelanggaran Perda No.12/2020 terkait bahwa usaha ini telah menimbulkan kegaduhan dan telah mengganggu ketentraman masyarakat dan ketertiban umum. Penutupan tersebut bukan dari buntut promosi minuman kontroversial yang dilakukan Holywings di Ibu Kota.

Menurut Evie, Holywings Sleman tidak menerbitkan promosi terkait program khusus bagi pelanggan bernama Muhammad dan Maria. Namun, karena promosi program itu berasal dari Holywings pusat maka kemungkinan besar juga ada di Holywings daerah.

"Karena ini franchise, diperkirakan promosi akan terjadi di semua usaha Holywings. Termasuk Sleman," ujarnya.

Dengan pertimbangan untuk mencegah keresahan masyarakat, mengapresiasi terhadap keluhan sebagian masyarakat yang menyampaikan kepada Bupati Sleman, maka tindakan penutupanpun dilakukan. Penutupan ini sampai batas waktu yang belum ditetapkan.

Bupati Sleman Kustini Sri Purnomo menyatakan, keputusan terkait Holywings sudah melalui prosedur yang ditetapkan. Keputusan penutupan diambil sudah melalui rapat pembahasan bersama seluruh pemangku kepentingan di Kabupaten Sleman.

"Komplain atas kehadiran Holywings di Kabupaten Sleman yang sampai ke Pemkab Sleman baru terlihat dari adanya demonstrasi beberapa waktu lalu," kata Kustini.

1
3

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini