Share

Pedagang Hewan Terpaksa Berjualan di Rumah Imbas Penutupan Pasar

Tata Rahmanta, iNews · Kamis 30 Juni 2022 12:40 WIB
https: img.okezone.com content 2022 06 30 512 2620972 pedagang-hewan-terpaksa-berjualan-di-rumah-imbas-penutupan-pasar-T1JrGNr1I5.jpg Pedagang sapi di Boyolali. (Foto: Tata Rahmanta)

BOYOLALI – Penutupan sementara sejumlah pasar hewan di Boyolali, Jawa Tengah membuat para pedagang hewan kurban memilih berjualan di rumah. Akibatnya, penjualan hewan kurban menurun hingga 50 persen.

Salah satu peternak dan juga penjual hewan kurban di Kecamatan Ngemplak, Boyolali, bernama irham terpaksa menjual hewannya di rumah karena semua pasar hewan di Boyolali tutup sementara dampak dari penyakit kuku dan mulut (PMK).

Irham mengaku dampak dari PMK saat ini sulit untuk menjual atau membeli hewan kurban. Di samping itu semua pasar hewan ditutup.

 Baca juga: Truk Trailer Tabrak Truk Boks di Boyolali, Ayah dan Anak Tewas

Selain itu hasil penjualan hewan kurban juga tidak sebanyak sebelum PMK. Jumlah penjualan turun hingga 50 persen.

“Biasanya hari kurban kurang dua minggu sudah banyak yang beli lebih dari 30 kambing dan 10 sapi, saat ini baru 15 kambing dan 6 sapi,” uacap Irham, Kamis (30/6/2022).

Baca Juga: Dukung Pengawasan Sumber Daya Kelautan dan Perikanan, Kabupaten Morowali Hibahkan Tanah ke KKP

Tak hanya itu, ada kenaikan harga. Seekor sapi saat ini dijual antara Rp20 hingga Rp35 juta sedangkan kambing Rp2 juta hingga Rp7 juta.

“Pasalnya biaya perawatan juga naik untuk memberi vitamin, pembersihan kandang dan juga makan,” ujarnya.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini