Share

Produksi Busur, Mekanik di Makassar Ditangkap

Ansar Jumasang, Koran SI · Kamis 30 Juni 2022 19:44 WIB
https: img.okezone.com content 2022 06 30 609 2621379 produksi-busur-mekanik-di-makassar-ditangkap-yXzIyGN5Mp.jpg Kapolsek Mamajang saat rilis penangkapan penjual panah dan busur. (MNC Portal/Ansar Jumasang)

MAKASSAR - Seorang mekanik motor di Jalan Baji Gau No 2 Kecamatan Mamajang, Makassar, ditangkap Satuan Resmob Polsek Mamajang. Mardiansyah Alias Anca (33) ditangkap karena memproduksi pelontar serta panah busur dan menjualnya. Selain itu, seorang konsumen berinisial FA (14) juga diamankan karena mengancam warga menggunakan busur yang dibeli dari Anca.

Kapolsek Mamajang, Kompol Mariana Taruk Rante mengatakan, pelaku sudah setahun memproduksi busur dan menjajakannya secara random. Diketahui kebanyakan pembelinya merupakan anak di bawah umur.

"Tersangka merupakan mekanik, namun selama ini pekerjaannya juga membuat busur. Keseringan membuat busur dan pelontarnya itu. Tersangka menjual pelontarnya itu Rp15 ribu. Sedangkan mata busurnya dijual Rp2.500," tuturnya, Kamis (30/6/2022).

Mariana mengungkapkan, dalam penjualan busur tersebut, Anca hanya menunggu di rumahnya yang merupakan bengkel motor. Ia menjualnya secara satuan maupun paketan.

"Jadi tersangka menjual busurnya itu di bengkel motornya. Nanti ada kenalan-kenalan baru dia datang ke rumah baru dia jual. Paketannya itu macam-macam, ada yang beli mata busurnya atau langsung satu paket dengan ketapelnya," ujarnya.

Mariana menuturkan, terungkapnya kasus tersebut berawal dari laporan warga terkait adanya anak di bawah umur yang hendak mengancam seorang warga menggunakan busur.

"Jadi yang kita amankan itu awaknya FA (14). Dia sempat mengancam warga menggunakan busur. Kemudian diamankan warga dan hampir dimassa juga sama warga. Kami amankan dan interogasi, ternyata ketahuan bahwa ada orang yang menjualbelikan busur tersebut," katanya.

Baca Juga: Peringati Hari Lahir Pancasila, Pengawas KKP Lakukan Upacara Bawah Laut

Mariana menyebutkan, saat pemeriksaan, FA membeberkan asal-usul kepemilikan busur tersbut yang merujuk kepada Anca.

"Atas informasi yang kita dapat dari AF tim kemudian mendatangi tempat pelaku dan mengamankan dua buah ketapel, anak panah busur, satu buah mesin gurinda, satu buah palu-palu, dan satu buch mesin las, serta bahan bahan utnuk membuat busur tersebut," ucap Mariana.

Atas perbuatan tersebut tersangka kini terancam Undang-Undang Darurat Pasal 2 Ayat (1) UU No 12 /drt/1951 tentang Lembaran Negara No 78 Tahun 1951. dengan ancaman hukuman 10 tahun penjara.

Sementara FA nasibnya masih akan dikoordinasikan ke pihak kejaksaan. "Kemudian untuk FA yang masih di bawah umur, tetap kita koordinasi dengan pihak kejaksaan bagaimana alurnya," tutur Mariana.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini