Share

Posisi Arca Dwarapala Peninggalan Kerajaan Singasari Bergeser, BPCB Lakukan Ekskavasi

Avirista Midaada, Okezone · Jum'at 01 Juli 2022 08:40 WIB
https: img.okezone.com content 2022 07 01 519 2621543 posisi-arca-dwarapala-peninggalan-kerajaan-singasari-bergeser-bpcb-lakukan-ekskavasi-ffHMXpyxJu.jpg Arca peninggalan Kerajaan Singasari (Foto: MNC Portal)

MALANG - Dugaan adanya perubahan bentuk dua Arca Dwarapala dari peninggalan Kerajaan Singasari membuat Balai Pelestarian Cagar Budaya (BPCB) Jawa Timur bertindak. BPCB Jawa Timur melakukan penggalian atau ekskavasi mencari dugaan adanya perubahan bentuk tinggalan Kerajaan Singasari yang kini berada di Kelurahan Candirenggo, Kecamatan Singasari, Kabupaten Malang.

Dua Arca Dwarapala di sisi utara ini sendiri berjarak sekitar 25 meter, yang dipisahkan jalan aspal selebar sekitar 7 meter. Masing-masing kompleks Arca Dwarapala dipisahkan oleh taman, yang dikelilingi pagar.

Terlihat tanah dari dua bagian bangunan Arca Dwarapala di sisi utara dan selatan digali. Penggalian dilakukan dengan menggunakan peralatan manual, sedalam kurang lebih satu meter. Tim memetakan masing-masing dengan kotak-kotak kecil berukuran diameter bervariasi minimal 2 x 3 meter.

Penggalian atau ekskavasi sendiri difokuskan pada titik-titik di tanah sekitar arca berada. Namun tanah yang di atasnya ada bebatuan besar, tim BPCB tak melakukan penggalian. Proses ekskavasi atau penggalian melibatkan tim dari BPCB, sejumlah pemerhati budaya, dan akademisi.

Baca juga: Kisah Penyamaran Putri Raja Singasari Gayatri saat Ditawan Kediri

Selain menggali tanah di sekitar arca, di Arca Dwarapala sisi utara tim juga menggali tanah berjarak 10 meter dari arca untuk mencari bentuk asli dari jalan kuno di masa dua Arca Dwarapala itu dibangun. Dugaannya jalan semasa arca ini dibuat di lokasi tersebut memang lebih lebar.

Baca juga: Raja Singasari Dibantai Pasukan Kediri saat Tengah Pesta Seks dan Miras

Arkeolog BPCB Ismail Lutfi menyatakan, ekskavasi berangkat dari keanehan posisi dua arca yang berfungsi sebagai penjaga jalan. Apalagi ada foto dari peninggalan pemerintahan Kolonial Belanda, arca sisi selatan sempat terpendam tanah hingga 90 sentimeter, sebelum akhirnya diangkat dan dipindahkan bukan pada posisi aslinya.

Baca Juga: KKP Pastikan Proses Hukum Pelaku Perdagangan Sirip Hiu Ilegal di Sulawesi Tenggara

"Kenapa itu (dilakukan ekskavasi di Arca Dwarapala) yang ingin kita kejar, ekskavasi ini diharapkan mampu mendapatkan data posisi asli Dwarapala ini, apakah dia harus berada di sebelah barat struktur batu, atau sebelah timur struktur batu yang ada," ucap Ismail Lutfi.

Dari hasil ekskavasi yang berlangsung mulai 26 Juni sampai 5 Juli mendatang diharapkan adanya temuan data yang lebih akurat dengan menggali tanah sekitar dua arca tersebut. Data dari ekskavasi ini nantinya bakal menjadi narasi baru untuk arca yang diduga dibangun semasa Raja Kertanagara.

"Dengan didapat data yang akurat terhadap posisi asli Dwarapala, maka narasi yang akan dibangun selanjutnya itu akan berpijak kepada data itu tadi. Selama ini narasi yang muncul dugaan atau kira-kira, karena keberadaan Dwarapala benar-benar nyeleneh, secara pakem Dwarapala bisa, berhadapan, dan berada di depan gapura, atau menghadap pada satu titik yang sama tapi juga berada di depan gapura," terangnya.

Menurutnya, peletakan Arca Dwarapala dengan tinggi 3,7 meter, lebar 2,25 meter, dan diameter tebal 1,98 meter pada sebuah lapisan tanah biasa. Mengingat jika diletakkan di tanah tersebut, maka akan amblas karena beratnya arca.

Hal ini ditambah posisi keduanya yang dianggap tidak simetris, sebagaimana peletakan Arca Dwarapala pada umumnya untuk menjaga jalan menuju tempat bangunan suci.

"Jadi kalau kita berpikir mungkinkah tanah asli dari Dwarapala ada di bawah sana, itu kita harus mengejar tanah aslinya yang ada di bawah sana. Rata-rata di bawah satu meter kedalamannya untuk mendapatkan lapisan asli tanah pada waktu itu," tukasnya.

Baca juga: Penyerbuan Berdarah Kediri ke Istana Singasari Sisakan Duka bagi Gayatri

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini