Share

Sering Kecelakaan, Polisi Diminta Tindak Pengendara Nekat Terobos Perlintasan Kereta

Adi Haryanto, Koran SI · Jum'at 01 Juli 2022 17:24 WIB
https: img.okezone.com content 2022 07 01 525 2621976 sering-kecelakaan-polisi-diminta-tindak-pengendara-nekat-terobos-perlintasan-kereta-ZJiXsd0HfJ.jpg Pengendara yang nekat terobos palang perlintasan kereta/ Foto: Tangkapan layar

CIMAHI - PT Kereta Api Indonesia (KAI) meminta petugas kepolisian menindak tegas terhadap pengguna jalan yang nekat menerobos pintu perlintasan kereta api yang sudah tertutup.

 BACA JUGA:Jenazah Tjahjo Kumolo Tiba di TMP Kalibata

Hal itu seperti yang terjadi di pintu perlintasan kereta api Cimindi, Kota Cimahi, oleh tiga pengendara motor yang terekam video dan viral dimedia sosial karena aksi mereka sangat berbahaya dan nyaris tertabrak kereta Argo Parahyangan.

"Ranah penindakan bukan di kami, tapi di pihak kepolisian. Kami sangat mendukung jika pelanggar yang menerobos pintu perlintasan kereta disanksi tegas," kata Manager Humas PT KAI Daop 2 Bandung, Kuswardoyo saat dihubungi, Jumat (1/7/2022).

Dia mengatakan, tidak bisa memberikan tindakan tegas terhadap tiga pemotor tersebut karena hal itu merupakan ranah pihak kepolisian. Identitas mereka juga tidak diketahui dan yang bisa melacaknya adalah aparat kepolisian.

 BACA JUGA:Mendikbudristek Resmi Melantik Rektor Unesa untuk Periode 2022-2026

Pihaknya paling hanya sebatas memiliki kewenangan untuk memberikan sosialisasi agar kejadian yang sama tidak kembali terjadi. Sebab jika terjadi sesuatu yang tidak diinginkan, imbas yang dirugikan masyarakat umum juga bukan hanya penerobosnya.

Baca Juga: Peringati Hari Lahir Pancasila, Pengawas KKP Lakukan Upacara Bawah Laut

Lebih lanjut dikatakannya, pengendara yang menerobos pintu perlintasan kereta api, dapat dikenakan sanksi kurungan tiga bulan penjara atau denda Rp750 ribu sesuai dengan Undang-Undang nomor 22 Tahun 2009.

 BACA JUGA:Webinar Partai Perindo Wujud Nyata Bangun Literasi Politik

Di undang-undang itu tercantum setiap orang yang mengemudikan kendaraan bermotor pada perlintasan antara kereta api dan jalan yang tidak berhenti ketika sinyal sudah berbunyi, palang pintu kereta api sudah mulai ditutup, dan/atau ada isyarat lain sebagaimana dimaksud dalam Pasal 114 huruf a bisa dipidana.

"Jadi diperlukan kesadaran dari semua pengguna jalan raya, demi keselamatan bersama saat melintas perlintasan kereta," pungkasnya.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini