Share

Mangkir Diperiksa, Pengasuh Ponpes Terjerat Dugaan Pencabulan Bakal Dijemput Paksa

Avirista Midaada, Okezone · Sabtu 02 Juli 2022 09:58 WIB
https: img.okezone.com content 2022 07 02 519 2622255 mangkir-diperiksa-pengasuh-ponpes-terjerat-dugaan-pencabulan-bakal-dijemput-paksa-Rx8cqNBFkj.jpg Ilustrasi (Foto: Dok. Okezone)

BANYUWANGI - FZ, pengasuh pondok pesantren (Ponpes) yang diduga melakukan tindakan asusila belum memenuhi panggilan kepolisian. Ia telah dua kali mangkir dari pemeriksaan yang dilayangkan Polresta Banyuwangi sejak kasus dugaan pencabulan mencuat di Ponpes miliknya di Kecamatan Singojuruh, Kabupaten Banyuwangi.

Kasatreskrim Polresta Banyuwangi Kompol Agus Sobarna Praja mengatakan, pemanggilan keduanya dilayangkan, yang seharusnya menjalani pemeriksaan pada Jumat kemarin. Namun FZ belum juga terlihat dan tidak ada keterangan apapun mengenai ketidakhadirannya.

"Sampai jam 17.00 WIB tadi kita belum mendapat konfirmasi apapun dari yang bersangkutan," kata Agus Sobarna, saat dikonfirmasi MNC Portal, pada Sabtu pagi (2/7/2022).

Pihaknya sendiri bakal melakukan tindakan tegas jika tidak ada itikad baik menghadiri pemeriksaan. Nantinya polisi melakukan tindakan jemput paksa jika di panggilan ketiganya.

"Sudah saya siapkan Tim dan sudah saya terbitkan suratnya. Ketika yang bersangkutan ada di tempat tentu akan langsung kita bawa. Semisal tidak ada tentu akan terus kita cari," tegasnya.

Agus menambahkan, status FZ masih saksi terlapor dan kepolisian belum menetapkan tersangka kepada yang bersangkutan. Pihak penyidik ingin meminta klarifikasi atas adanya laporan dugaan tindak asusila yang dilayangkan oleh enam korban.

"Saat ini statusnya masih sebagai saksi terlapor, tapi kita juga melihat dinamika yang ada, kita akan gelarkan sesegera mungkin untuk melihat bagaimana proses yang akan kita lakukan selanjutnya. Harapannya yang bersangkutan ini kopertif saja, hadapi proses hukum sesuai prosedur," tuturnya.

Baca Juga: KKP Pastikan Proses Hukum Pelaku Perdagangan Sirip Hiu Ilegal di Sulawesi Tenggara

Sebelumnya dugaan pencabulan terbongkar di salah satu pondok pesantren di Kecamatan Singojuruh, Banyuwangi. Kepolisian melalui Kasatreskrim Polresta Banyuwangi, Kompol Agus Sobarnapraja membenarkan dugaan pemerkosaan dan pencabulan yang terjadi di Ponpes tersebut.

Bahkan ia menyatakan, korban telah melapor sejak seminggu lalu dan tengah dalam pendampingan tim psikolog imbas trauma yang dialaminya. Polisi sendiri elah memeriksa sejumlah saksi dan telah mengumpulkan bukti-bukti. Kasus ini sudah masuk tahap penyidikan.

Polisi telah melayangkan surat pemanggilan pada pimpinan ponpes berinsial Fz terlapor kasus pemerkosaan dan pencabulan yang dilakukan kepada 6 santri.

Pemanggilan pertama dijadwalkan pada Selasa 28 Juni 2022 dan pemanggilan kedua dijadwalkan pada Jumat 1 Juli 2022. Pada dua kali pemanggilan itu pria yang juga mantan anggota DPRD Banyuwangi itu.

Sebagi upaya untuk mengungkap kasus itu, polisi selanjutnya mengambil tindakan tegas dengan menerbitkan surat penjemputan paksa. Dengan harapan Fz dapat dikorek informasinya.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini