Share

Motif Penembak Pendeta di Deliserdang, Dendam karena Uang Jaga Malam

M Andi Yusri, Koran SI · Sabtu 02 Juli 2022 23:16 WIB
https: img.okezone.com content 2022 07 02 608 2622529 motif-penembak-pendeta-di-deliserdang-dendam-karena-uang-jaga-malam-VfAlJgyszo.jpg Polisi tangkap pelaku penembakan pendeta di Deliserdang, Sumut (Foto: M Andi Yusri)

DELISERDANG - Penyidik Polresta Deliserdang mengungkap motif pelaku penembakan terhadap Pendeta GSJA yang terjadi di Kecamatan Galang, Kabupaten Deliserdang, Sumatera Utara (Sumut).

Kapolresta Deliserdang, Kombes Irsan Sinuhaji mengatakan, dari hasil pemeriksaan tersangka Zulkarnain S alias Zul Balok (47), penyidik Satuan Reskrim mengungkap motif pelaku penembakan tersebut.

"Motif tersangka Zulkarnain menembak korban karena dendam atau sakit hati soal pengamanan Perumahan Viktory Land. Berawal pelaku merasa sakit hati dengan penolakan korban terhadap kutipan uang jaga malam dan kebersihan sebesar Rp50.000 dari warga penghuni Perumahan Victory Land III yang terletak di Desa Jaharun B Kecamatan Galang Kabupaten Deliserdang," ujar didampingi Wakapolresta Deliserdang AKBP Agus S, Kasat Reskrim Kompol I Kadek Heri, Kanit Tipidum AKP Natanail saat konferensi pers, Sabtu (2/7/2022) sore.

Dijelaskan Kapolresta, ucapan korban yang menyebutkan tidak ada tanggung jawab yang jaga perumahan ini membuat teringat terus dalam benak pelaku. Sehingga pelaku merasa geram dan emosi sehingga mau membuat pelajaran terhadap korban.

"Pelaku merupakan warga Dusun I Desa Jaharun B Kecamatan Galang Kabupaten Deliserdang. Pelaku diamankan di salah satu bengkel cat mobil," terang mantan Wakapolrestabes Medan ini.

Kejadian itu berawal pada Senin 27 Juni 2022 sekira pukul 10.00 WIB, pelaku bertengkar dengan istrinya di rumah, karena emosi dan menjadi teringat atas penolakan kutipan uang jaga malam dan kebersihan serta perkataan korban.

BACA JUGA:Penembak Pendeta di Deliserdang Terancam 20 Tahun Penjara 

Baca Juga: Peringati Hari Lahir Pancasila, Pengawas KKP Lakukan Upacara Bawah Laut

Lalu pelaku mengambil senapan angin digantung di ruang tamu dan membawanya ke kandang lembu. Lalu pelaku meletakkan senapan angin dan peluru sebanyak 3 butir yang disimpan di dalam kantong plastik. Di sela-sela pohon pisang dekat kandang lembu tersebut, kemudian pelaku pulang kembali ke rumah untuk tidur siang. 

"Di hari yang sama sekira pukul 20.00 WIB, pelaku menuju tempat penyimpanan senapan angin. Setelah mengisi peluru timah sebanyak satu buah ke dalam selongsong senapan angin dan sisanya dimasukkan ke dalam kantong celana," ujar Kapolresta.

Dari lokasi jaga malam berjalan melalui tanah kosong melewati kebun kelapa sawit masyarakat dan berhenti di perbukitan. Lalu, pelaku merokok sebentar sebanyak 2 batang sambil melihat situasi sekitar lokasi kejadian.

"Selanjutnya, pelaku mengokang senapan angin sebanyak satu kali, lalu membidik ke arah korban yang sedang duduk di teras di rumahnya menghadap kebun kelapa sawit tempat pelaku berdiri. Sambil berdiri pelaku membidik pada bagian lengan tangan sebelah kanan korban dan menarik pelatuk senapan angin," sebutnya.

Tak lama kemudian, tembakan pelaku mengenai badan korban lalu korban berteriak meringis kesakitan dan sambil memegang lengan sebelah kanannya dan dada sebelah kanan memanggil istrinya. Setelah itu, pelaku langsung kabur meninggalkan lokasi kejadian dan pulang ke rumah tidur.

Dari hasil penyelidikan, sambung Kapolresta, ditemukan dua puntung rokok di sekitar kebun sawit di depan rumah korban. Selain itu, dari hasil penyelidikan petugas dari sekitar lokasi, pemilik senjata senapan angin yang memiliki tabung komproser hanya tiga orang.

Dua pemilik senjata angin sudah diinterogasi, namun berdasarkan keterangan tidak terindikasi pelaku. Petugas tak berputus asa dan mengarahkan penyelidikan terhadap pelaku Zulkarnain S.

"Dari hasil interogasi dan puntung rokok ditemukan, akhirnya pelaku mengaku menembak korban," paparnya.

Akibat perbuatan itu, lanjut Kombes Pol Irsan, pelaku dijerat Pasal 340 jo Pasal 53 dan atau Pasal 353 Ayat (2) subsider Pasal 351 Ayat (2) KUHPidana dengan ancaman hukuman maksimal 20 tahun penjara.

1
3

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini